Friday, October 6, 2023

D i n d i n g

Aku harap kamu mengerti

Aku telah mengalami banyak hal

Kini aku tak bisa tergesa-gesa

Aku butuh waktu lebih

Untuk terbiasa dan terbuka kepada orang lain, termasuk kamu


Aku membangun banyak dinding di sekelilingku

Jika kamu semakin mengenalku

Akan kubikinkan jendela di salah satu dinding yang ada namamu

Semakin kamu memahamiku,

Jendela itu akan menjadi pintu


Semakin aku percaya kepadamu

Dinding itu akan runtuh, 

sedikit demi sedikit, 

bata demi bata

Memang tidak akan runtuh seluruhnya

Tapi karenamu

Reruntuhan itu akan menjadi puing-puing


Untuk saat ini, 

Aku hanya memberi satu jendela

Di dinding yang ada namamu itu

Dan aku harap itu sudah cukup.

Sunday, October 1, 2023

Hayalan Seorang Pengangguran

Kita duduk berdua dengan mesra di tepi pantai Kenjeran

Sambil kita saksikan Matahari terbit

Memupus kegelapan dan menjadikan semuanya berkilauan

Merubah kesuraman menjadi harapan yang begitu gemilang

Kau genggam tanganku dan kau berkata

"Aku ingin selalu berada di pelukanmu hingga seribu tahun."


Lalu, aku menatapmu dan berkata

Aku tidak mempunyai apa-apa yang tersisa.

Tidak mempunyai apa-apa untuk kuberikan kepadamu.

Aku tidak mempunyai kemasyhuran.

Tidak ada yang bisa aku banggakan dari diriku kepadamu.

Tidak mempunyai harta

Bahkan aku tidak tau lagi apakah aku sanggup menghidupi diriku sendiri.


Hanya janji ini satu-satunya yang paling berharga yang aku miliki.

Aku akan mencintaimu hingga akhir hayatku.


Kemudian, perlahan kau mendekati diriku.

Kau genggam kedua tanganku lebih erat

Dan dengan tersenyum haru, kau berbisik di telingaku.

"Jangan khawatir sayangku, keluargaku sangat kaya raya. Hartanya tidak akan habis untuk kita nikmati tujuh turunan."


😁😛

Monday, September 25, 2023

Tukiyem Si Pembunuh Berdarah Dingin

Dengan wajah tegak dan tatapan mata penuh percaya diri, Tukiyem berkata kepada Paijo

"Aku sangat cerdas.

Dan tidak ada orang yang memahamimu selain aku."


"Yah, aku akui itu.." Jawab Paijo


Lalu, sambung Tukiyem

"Yang tidak kamu tau, sebenarnya aku tidak pernah benar-benar mencintaimu.

Aku hanya mempermainkanmu.

Karena aku tau kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa ketika mengetahui hal ini.

Dan lihat, aku benar selama ini."


Mendengar itu, Paijo menggeleng-gelengkan kepala, kemudian menatap Tukiyem sambil berkata.

"Baik, cukup, jangan diteruskan."


Ketika menatap Tukiyem tadi, perasaan Paijo memberi sinyal, bahwa Tukiyem sungguh-sungguh, tidak sedang bercanda.

Lalu dengan nada penuh harap dan ekspresi wajah yang masih belum percaya, Paijo melanjutkan kata-katanya

"Telah aku lakukan segala yang aku bisa untuk membuatmu bahagia!

Dan aku masih mencintaimu!"


"Aku membencimu Jo, Paijo.

Dari dulu juga aku membencimu."


Pada saat itu, seolah-olah Paijo merasa tiba-tiba tubuhnya ambles ke dalam jurang, dan dia mencoba berusaha meraih apa saja agar tubuhnya tidak remuk di dasar jurang, bahkan dalam keputus-asaannya seolah dia berusaha menggenggam rumput kering di tebing jurang, yang ia tau tidak akan dapat menyelamatkannya.


"Jangan berkata begitu

Kamu tidak sungguh-sungguh dengan semua perkataanmu itu, kan Yem?"


"Tidak! 

Aku justeru sangat bersungguh-sungguh

Aku TIDAK PERNAH mencintaimu

Kamu tidak lebih dari seorang pecundang !!"


Paijo terjingkat mendengar kata-kata Tukiyem itu. Matanya yang tadi menatap penuh harap dalam ketidak percayaan, kini sayu dalam keyakinan. Ucapan dan sikap Tukiyem seketika menikam dengan brutal perasaan cintanya. Cintanya mati pada saat itu juga. Mati mengenaskan !Sebagai gantinya,  kini tumbuh dengan cepat perasaan yang lain. Perasaan kecewa, yang dalam waktu singkat benar-benar telah menguasainya.


"Sungguh, kamu perempuan jahat yang suka memanipulasi orang

Kau permainkan aku, kau manfaatkan aku

Lalu kau campakkan aku!

Aku benci kamu!

Aku benci kamu!

Aku benci ini semua..!"


Tukiyem tahu betul, Paijo tidak akan berbuat apa-apa setelah mendengar pengakuannya. 

Itu yang membuat Tukiyem membenci Paijo.

Laki-laki lemah!

Lalu dengan wajah agak mendongak dan diiringi langkah-langkah tegap.

Tukiyem meninggalkan Paijo yang sedang meringkuk lunglai di lorong diantara ruang-ruang kelas di sekolah SMU mereka, yang pada saat itu sedang ramai oleh lalu-lalang siswa-siswi yang tengah pulang sekolah.

Saturday, September 23, 2023

Tak Ada Benci Yang Kusimpan

Kebohonganmu menekan 

Memberati hatiku

Semua celah demi menjadi lebih baik tertutup oleh kenyataan yang telah dimanipulasi

Kamu telah mengatur rencana dengan mata tertutup

Sehingga tidak dapat memperbaiki masa depan

Hanya kebanggaan masa lalu yang mengendalikan hari-harimu

Apakah kamu tidak tahu kalau waktu yang telah lewat abadi dalam kefanaan?


Aku telah banyak berbicara kepadamu

Aku telah banyak memohon kepadamu

Aku telah memberimu waktu

Aku telah memberimu ruang

Namun kamu masih saja menutupi semua kekuranganmu dengan kesombongan


Aku harus pergi 

Demi menyelamatkan harga diriku yang masih tersisa

Tak ada benci yang kusimpan

K e j u j u r a n

Kejujuran adalah kata yang kesepian

Semua orang berusaha mencerminkan orang lain

Mengungkap kejujuran bukan perkara mudah

Sebab kebenaran tidak diberikan begitu saja


Lebih mudah mendapatkan seorang kekasih

Dengan merayu dan membual

Karena kejujuran kerap kali justru jadi penghalang


Aku tidak butuh wanita cantik

Aku lebih butuh pada wanita yang bisa aku percaya

Untuk itu, aku harus menjadi diriku sendiri

Aku Hanya Ingin Menghiburmu

Dengan hati-hati aku memilih kata

Untuk menciptakan senyuman di wajahmu

Dengan hati-hati kuutarakan kekagumanku kepadamu

Dengan hati-hati aku berusaha untuk tidak menjadi orang yang istimewa di matamu


Aku hanya ingin menghiburmu

Di saat kamu rapuh

Tak tahan hatiku melihatmu begitu sedih

Kamu adalah gadis yang sangat baik

Selayaknya mendapatkan yang terbaik

Dan aku belum pantas dikatakan sebagai orang baik 

Thursday, September 21, 2023

Cinta Kita Memudar

 Kata-kata tidak terucapkan,

Karena, memang sia-sia untuk diucapkan


Ada sayatan di hati

Darah terlanjur mengalir

Hari-hari lewat begitu saja


Mimpi telah pupus

Lantak di dalam kebenaran yang kerap disembunyikan

Air mata membeku pada kenyataan yang kadang sulit ditafsirkan


Sayangku...

Cinta kita memudar