Saturday, October 31, 2015

Yuanita Oh Yuanita

Pagi itu, Yuanita berjalan cepat melewati gang-gang padat penduduk yang seolah tak ada habisnya. Dia bergegas karena takut terlambat tiba ke tempat kerjanya. Ketika dia melewati Gang Kelinci , dan ketika dia menoleh ke dalam gang itu, nun jauh di sana, dia melihat sesosok tubuh seorang pemuda yang berjalan santai menuju ke jalan besar, menuju ke arahnya. Yuanita menghentikan langkahnya, dia mengenal pemuda itu. "Ryan..." bisiknya.
Memang pemuda itu adalah Ryan Pasukadewa, temen SMU nya dahulu, yang tergila-gila padanya, yang pernah menyatakan cinta kepadanya dengan amat serius dan sungguh-sungguh, yang dia tolak pada saat itu juga, yang kemudian sakit selama berminggu-minggu.
Yuanita menghentikan langkahnya, dan memanggil pemuda itu
"Ryan !"
Ryan masih agak jauh, sehingga dia belum mengenali siapa cewek yang memanggilnya itu, meskipun matanya dipicingkan sampai keluar air matanya, tetap saja dia belum bisa melihat jelas, yang dia tahu bayangan itu adalah seorang perempuan. Kemudian dia mempercepat langkahnya, setelah jarak tinggal lima meter dari cewek yang memanggilnya itu, kedua matanya masih terpicing, lamat-lamat jelaslah pandangannya.
"Yuanita..." bisiknya
Wajahnya berseri-seri, jantungnya berdebar, dia berusaha tersenyum semanis mungkin, namun bibirnya tak mau bekerja sama, alih-alih terbentuk senyum manis di bibir Ryan, malah tercipta wajah yang menyeringai bloon.

"Ryan, apa kabar kamu, duh, lama banget kita tak pernah bertemu." Yuanita berbicara dengan wajah berseri, sambil tersenyum, senyuman yang teramat manis, senyuman yang pernah menggedor rongga dadaynya hingga jantungnya bergerak kalang-kabut, mata itu....  bagai bintang timur, tampak bersinar lembut menghunjam jantungnya. Dan senyum itu....ah
Serrrrr seketika Jantung Ryan membuat loncatan salto di dalam rongga dadanya dan agaknya terbanting kembali dalam keadaan terbalik karena debar jantung itu kini sampai terdengar jelas di telinganya......saking kerasnya hingga seolah Yuanita pun dapat mendengarnya dengan jelas detak jantungnya.
Kedua bibir Ryan tiba-tiba terasa kering, dia berusaha menelan ludah dengan susah payah, hingga jakunnya terlihat naik turun.
Dua puluh tujuh detik kemudian, barulah Ryan dapat sedikit menguasai dirinya, dengan wajah masih menyeringai dia menjawab sapaan Yuanita tadi
"Yuan....Yuanita...benarkah ini engkau...a...aku tidak sedang bermimpi kan...?"

"hahaha..." Yuanita tertawa lepas, sehingga tampaklah deretan gigi putihnya bak mutiara yang berjajar rapi.
Saat itu juga, tanpa dapat dicegah lagi, jantung Ryan mencelat, terpelanting tinggi dan ketika turun membuat gerakan bersalto sebanyak lima kali, gerakan ini dilakukan agar jantung itu tidak terbanting terbalik seperti tadi, kemudian koprol ndelosor di bawah kerling mata Yuanita.

"Ryan....Ryan, masa kamu tidak mengenali aku lagi, aku tambah jelek kah ? Ini aku Yuanita Aromatherapy temen SMU mu. Aihhhh..... Ryan, kamu sekarang tampak berbeda banget, kini kamu tampak lebih dewasa dan gagah, dan..... Hemmmm.... tampan, hihihihi...."

Dapat saudara pembaca bayangkan, bagaiman reaksi Ryan pada saat itu.
Dia tepar,
pingsan,
karena jantungnya telah mengobrak-abrik rongga dadanya, dia tak kuat menerima serangan sedahsyat itu,
dia semaput !

Ryan.... Ryan.... Ckckckck, kamu ini orang apa kerupuk sih?
Rapuh amat!

Thursday, October 29, 2015

S U N D A R I (Sang Perempuan)

Sundari bercermin
Wajahnya bersungut-sungut
Tatapan matanya demikian tajam
Hampir-hampir retak cermin itu
karenanya.
"Selamanya,"
- Katanya -
Aku tidak akan sudi
menjadi metamorfosa sejarah
Tercipta dari tulang rusuk laki-laki
Kenapa Tuhan begitu sayang pada laki-laki
Sehingga diciptakan lebih dulu ?
Kenapa Adam dan Hawa tidak diciptakan
bersamaan sekaligus ?
Kun fayakun, maka jadilah !
Ini tidak adil namanya !

Selamanya,
Aku tidak akan mau berusaha
menjadi pujaan laki-laki.
Enak saja,
kita yang susah-susah
merawat tubuh
merawat kulit
merawat rambut
Lalu laki-laki yang menikmatinya
Seperti serigala kelaparan
Auuuu.....auuuuu
Mengendus lalu
Menerkam
Mangsa empuknya
Manaku sudi ?!

Dan
Wahai para pejuang kesetaraan gender
Lanjutnya
Kalian tidak mampu berbuat banyak
Kalian hanya dijadikan
semacam maskot
Dikenang dengan cara
Bersanggul
Berkebaya
Berjarik ketat
Menampakkan bentuk bokong
Egal-egol
Karnaval keliling kelurahan
dan foto-foto
Jadi tontonan yang menarik
bagi laki-laki
O, no
Not me !

" Hmmmm.... Orasi yang hebat !"
Bisiknya, kepada diri sendiri.

Lalu,
Sundari tersenyum
Belum pernah ia tersenyum semenang ini
Senyuman yang tersungging
Dengan salah satu sudut
bibir miring ke atas
Persis kayak senyuman Clint Eastwood
waktu menang duel adu tembak
Dalam film cowboy "The Good, The Bad And The Ugly"

Setelah puas dengan gaya senyum cowboy-nya
Sundari pun bersenandung.

"Wanita dijajah pria sejak dulu
 Dijadikan perhiasan sangkar madu
 Namun adakala pria tak berdaya...."
Tiba-tiba senandungnya terhenti
Eit, tunggu dulu.
Sergahnya
Salah tuh lirik lagunya
Harusnya begini nih
" ..... Namun selalu saja pria tak berdaya. Tekuk lutut di sudut kerling wanita....."
Dia meralat lirik lagu itu.

Kemudian dia tertawa genit
" Hihihihihi.......
Laki-laki........... laki-laki
Kadang kalian tolol juga
Hihihihihi "
Hingga nampak jajaran gigi putihnya
yang miji timun

Kembali
Sundari menatap dirinya
Wajah di cermin itu
Kini tersenyum
Manis sekali
Sungguh menarik hati
Dicermatinya dirinya
Dia memang secantik Dewi

Lalu, ia melenggang pergi
(begitu saja)
Menemui Mas. Parno, pacarnya
Yang sejak tadi, dengan kesabaran tingkat tinggi
Menungguinya di teras rumah.

" Sundari........ Sundari,
Seandainya wanita bersungguh-sungguh
dalam memerankan lakonnya sebagai wanita
se-asli Siti Hawa.
Tak perlu kalian mencari kesetaraan gender.
Ini bukan jaman penjajahan lagi.
Belanda sudah lama pulang kampung.
Siti Nurbaya telah menjadi dongeng
pengantar tidur.
Dan sadarkah kalian, wahai para Sundari.
Kalian tak perlu berbuat lebih dari kadar
yang telah ditetapkan.
Karena
Sesungguhnyalah
Bukan laki-laki yang berkuasa
atas perempuan
Tapi justeru sebaliknya.
Dari jaman Nabi Adam masih berada
di syurga juga sudah begitu
Iblis, yang bapaknya syaithon,
tak sanggup membujuk Adam
Tapi Hawa sanggup dengan mudah
meluluhkan pendirian sang Adam "

Hingga terciptalah dosa pertama yang
dilakukan oleh manusia.

Wednesday, October 28, 2015

BIDADARI BERHIDUNG PESEK

Siti Kejora
Kecantikannya ibarat
Bintang paling bercahaya di Timur
Yang terbit saat malam akan berubah menjadi pagi
Bintang yang mulia
Selalu hadir mendahului matahari

Siti Kejora
Berdri di depan cermin
Kulitnya kuning langsat
Tubuhnya lenjang dengan pinggang yang gampang dipeluk
Matanya lebar, bundar dan hitam jelita diteduhi bulu mata yang lentik
Bibirnya sukar dilukiskan keindahannya
Mengundang kagum semua orang
Apalagi dikala bibir itu tersenyum, maka giginya yang putih menjadi cerlang cemerlang

Gadis itu masih saja merasa ada sesuatu yang tak beres
Hidungnya yang pesek itu
Sesungguhnya, kalau boleh aku katakan
Hidungnya itu mungil
Sama sekali tidak pesek

Siti Kejora
Kini ia duduk berhadapan denganku
Tanpa kata
Tiada bosannya kupandangi tiap detail wajahnya
Dari ujung rambut hingga ujung dagu
Ada kekaguman yang tiada habisnya mengguyur hati, perasaan, jiwa dan pikiranku
Semua indraku seakan terhipnotis agar hanya tertuju pada keindahan di depanku saja Kecantikan murni ciptaan Illahi
Alami tanpa campur tangan kosmetik
Telah ia miliki sejak ia dilahirkan
Tiba-tiba...
Bukan kepalang terkejutku
Mata bening itu menggenang air mata
Tanpa kata dia beranjak meninggalkanku
Berlari
Tanpa menoleh lagi

Akhirnya aku tau
Dia merasa hidungnya pesek
Dia merasa aku hanya memperhatikan hidungnya
Dengan pandangan mengejek

Ah, Kejora
Seandainya saat itu kau dapat menjadi aku
Lima menit saja
Akan kau rasakan betapa dahsyat gelora di dadaku ketika menghayati pesona di dirimu
Kau tak pernah mencoba benar-benar menatap mataku di kala sedang mencari matamu
Cobalah resapi tatapanku itu
Kau akan merasakan, hangatnya akan membuat pipimu merona bersemu merah
Karena tatapan itu mengatakan :
Engkau adalah bidadariku yang berhidung mungil

Tuesday, October 27, 2015

TUJUH PINTU LAGI

Sore itu hujan lebat
Basah kuyup seluruh kepala hingga telapak kakiku
Persis seperti tikus habis kecemplung comberan
Aku berdiri di depan pintu rumahnya
Mencoba meminta maaf darinya

Hingga hampir subuh hujan tak mengurangi kederasannya sama sekali
Hingga hampir subuh aku tetap berada di tempatku
Tak bergerak, menunggu dia muncul
Hingga hampir subuh akhirnya dia membuka jendela kamarnya
Dia berkata dengan lantang mengalahkan bunyi derasnya hujan :

"Lihatlah dirimu,
kamu keliatan begitu tolol saat ini,
berdiri di depan rumahku memohon maaf dariku.
Sudahlah, jangan memasang wajah memelas seperti itu.
kamu keliatan tambah jelek.
Jangan kau mengumbar kata maaf sementara kamu tidak pernah sungguh-sungguh.
Kamu hanya minta maaf jika kebobrokanmu ketahuan.
Jika kamu ingin melihat wujud dari kata kecewa
Pandanglah aku disaat kamu terus mengulang kesalahan yang sama
Pandanglah aku disaat aku memergokimu sedang mencumbui ular betina itu.
Tapi kuakui,
selama ini permainan sandiwaramu sungguh hebat
Jika kamu dipanggung
pasti kamu mendapatkan tepuk tangan yang gegap gempita dari para penonton
Tapi sekarang pertunjukanmu sudah usai
Tirai panggung sudah diturunkan
Membungkuklah dihadapan para penonton,
tanda pertunjukkan telah usai "

Aku tak akan beringsut seinchi-pun sampai dia menerima permintaan maafku
Setelah itu
Aku akan menghilang tanpa meninggalkan setapak jejak pun
Menuju rumah pacar-pacarku yang lain

Aku masih harus berdiri di depan 7 (tujuh) pintu rumah lagi
sambil menghiba memohon maaf...

TAK PERLU PENDIDIKAN TINGGI

Tak perlu pendidikan tinggi
Untuk dapat melihat perbedaan antara laki-laki dan perempuan
Perbedaan itu sejelas antara siang dan malam

Lalu siapa yang selalu merasa tidak puas dengan kodrat itu ?
Hingga melampaui yang semestinya

Siapa yang tak pernah habis pikir ?
Kenapa harus mereka yang mengalami hal-hal yang merepotkan ?
Mengalami haid
Hamil
Melahirkan
Kemudian menyusui
Sedangkan lawan jenisnya
Kerjanya hanya membuahi mereka dengan cara yang luar biasa nikmat Kemudian tinggal ongkang-ongkang menunggu bayi lahir
Dan setelah lahir diberi nama belakang sesuai dengan nama keluarga bapaknya Marga ibunya tak punya pengaruh apa-apa

Lalu mereka protes kepada Tuhan
Kenapa manusia pertama bukan Hawa
Dan Adam tercipta dari rontokan rambut Hawa
Kenapa
Oh, kenapa ??

Kehidupan ini penuh misteri
Yang hanya bisa dijawab oleh hikmah
Hati manusia bisa buta
Kehendak Tuhan tak pernah salah !

WANITA SHOLIHAH

Dunia adalah perhiasan
Sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah
Dia lebih dicintai dan dihormati melebihi bidadari
Karena begitu manusiawi

Dimanapun kakinya melangkah
Kotoran dan debu menyisih

Enam belas ribu istri seorang maharaja
Yang kesemuanya rupawan
Akan kehilangan arti di samping seorang wanita sholihah

Jangan khawatir
Aku bukanlah sedang memuja perhiasan
Aku memuja indahnya keimanan

RINDUKU KEPDAMU

Rinduku kepadamu
Adalah satu kata
Yang menyatukan hati sebagai singgasananya
Cinta sebagai raja
Dan kesetiaan sebagai mahkotanya

Rinduku kepadamu
Adalah sentuhan lembut
Yang mengungkapkan bagaimana jari jemari angin
Mencumbui bunga mawar

Rinduku kepadamu
Adalah getaran-getaran
Yang menjadikan kekasih dari dunia ruang dan matra
Melebur pada angan dan impian

Jika pandangan pertama
Adalah seperti benih pertama yang ditaburkan Dewi cinta di ladang hati manusia
Maka kerinduanku padamu
Adalah ungkapan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon pertama kehidupan

Rinduku

Rinduku 
Adalah kemilau senja yang merekahkan bunga-bunga di dada
Selalu aku tak tahan untuk menangkapmu
Memelukmu

Rinduku
Terus menyimak bunyi pada angin
Terus mencari sosok pada udara

Rinduku
Tiba-tiba tak ada lagi yang tersembunyi
Semua jadi teraba
Segala jadi bersuara

Rinduku
Membuatku terpaku
Di ujung kemilau senja yang memukau

DAN LALU DINGIN

Kepercayaan tiada lagi perawan
Karena sunyinya menusuk masa silam

Beribu-ribu asa menghamili perjalanan
Dan cintaku baru menemukan jalannya di senjakala

Dan
             Lalu
                           Dingin

Hingga
Rinduku padamu serupa pohon mati
Menancap di ulu hati

BIARKAN AKU ISTIRAH

Tak bisa ku singkirkan tokoh bohemian yang romantis dari dalam diri
Cinta kutabur sepanjang hari
Di pematang-pematang hati
Bersamanya kuantar segenggam sepi
Ke gerbang senja
Saat unggas kembali ke sarangnya
Dan aku entah ke siapa

Padaku
Hanya ada senja dan dini hari
Bersama sepotong cinta yang mungkin mati
Menuntunku melihatmu apa adanya

Biarkan aku istirah dalam lipatan waktu
Dalam buaian cemburu
Sambil mendekap masa lalu

KU MAU BAHAGIA

Ku mau bahagia
Bahagia yang tak menolak kenangan
Sebab waktu adalah pabrik kenang-kenangan

Ku mau bahagia
Yang bukan bahagia bikinan orang lain
Bukan yang seperti bahagia dan nampak kebahagia-bahagiaan

Ku mau bahagia
Yang bukan sembarang bahagia
Yang tak sekedar berkadar bahagia lalu diperlakukan layaknya bahagia

Ku mau bahagia
Yang bisa mengucapkan diri
Bukan sekedar perban pembalut resah

P E R E M P U A N

Perempuan....... Oh, perempuan
Sejak pertama penciptaanmu
Seolah engkau bersekutu dengan iblis
Merengek pada Adam agar memetik buah terlarang
Engkau adalah anak panah iblis yang tiap kali dilontarkan selalu tepat sasaran

Wahai anak Adam
Jika bahagia yang kalian tuju
Bukanlah begitu cara memandang cucu Hawa
Mereka diciptakan sebagaimana adanya mereka
Pandanglah mereka sebagai ujian yang tangguh
Sebagai misteri yang sempurna

Walau tak mungkin disangkal
Mereka kerapkali sampai membunuh orang
Dengan pebuatannya yang tiada disengaja.
Begitulah perempuan.

Lelaki yang tidak memaafkan wanita
untuk kesalahan kecilnya,
tak akan dapat menikmati besar kebaikannya.

Lelaki yang menganggap remeh kesalahan besar yang dilakukan oleh wanita
Lihat saja
Tak butuh waktu lama
Keduanya akan hancur berantakan

Sesungguhnya
Seorang wanita yang berpikir,
Akan mengubah padang pasir menjadi kebun yang indah.

L U P A

Pekerjaan yang paling mudah dilakukan
adalah lupa
Tak butuh kecerdasan
Tak perlu pendidikan
Hanya perlu memejamkan mata
Sedikit berpikir

Musuh utama lupa
ialah kapan
Dan teman baiknya adalah kapan-kapan

Mandi lupa membawa handuk itu biasa
Mandi lupa telanjang, mungkin saja terjadi
Tapi mandi lupa membawa topeng ?
Ini masalah serius
Buat apa topeng diajak mandi ?
Untuk menakut-nakuti sepi
Buat menemani wajah sendiri

Karena mandi adalah pembebasan

Monday, October 26, 2015

KAU BUKA JALAN MENUJU SYURGA SEKALIGUS NERAKA

Hidupku dalam keadaan koma,
kosong
Seperti hidup Adam di Surga,
Sebelum Siti Hawa menjelma

Ketika aku melihat kamu berdiri di hadapanku
seperti berkas cahaya.
Meneduhkan
Menundukkan semua hasratku pada yang lain
Kamu adalah Siti Hawa hatiku
Yang memenuhinya dengan rahasia dan keajaiban
Kau buka jalan menuju Surga sekaligus Neraka

BERI MAKLUMLAH PADA DIRIKU

Aku menyukainya
Semenjak pertama bertemu dengannya.
Apa yang aku sukai?
Aku juga tidak tahu.
Tapi perempuan itu membuatku bergetar
dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku.
Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya.
Menjalin sampai nadi dan pikiranku.

Ia seorang perempuan matang
tiga puluhan tahun, bagaikan setangkai
bunga sedang merekah sempurna, mekar sepenuhnya,
Ia memiliki daya tarik yang amat kuat.
Tubuhnya sedang, ramping dan
padat.
Langkahnya nampak lemah gemulai namun gesit dan bertenaga,
lekuk lengkung tubuh yang nampak masak.
Dari kulit muka, leher dan tangannya
dapat diketahui bahwa ia me miliki kulit yang putih,
halus mulus dan sehat kemerahan.
Rambutnya hitam, lebat dan panjang, dikuncir dua dan kuncir-kuncir itu bergantungan di kanan kiri.
Anak rambut yang
berjuntai halus di sekitar dahi dan tengkuknya melingkar hangat.
Sepasang alisnya hitam sekali seperti dipulas, kecil panjang melengkung,
membuat kulit pelupuk mata lebih putih nampaknya daripada kedua pipi yang segar kemerahan itu.
Sepasang matanya bersinar lembut, jeli dan jernih agak lebar
dan biasanya agak tajam akan tetapi saat itu sinar matanya
menunduk, diliputi rasa gelisah dan malu.
Hidungnya keciIL
mancung, ujungnya agak berjungkit ke atas memberi kesan lucu dan agak nakal.
Akan tetapi mulutnya, mungkin di situlah terletak daya tariknya yang paling kuat.
Sepasang bibir merah tanpa pemerah bibir itu selalu nampak basah dan penuh, kulit bibirnya demikian tipis seolah-olah hanya terisi anggur merah yang teramat manis kalau tergigit sedikit saja tentu akan muncrat,
Mulut yang membayangkan kegairahan dan menjanjikan kenikmatan yang tak terbatas.
Deretan gigi kecil dan putih berkilau kadang-kadang nampak,
dan dalam kegelisahannya, kadang-kadang nampak ujung
lidah yang kecil merah mencuat menjilat bibir.
Dagunya
meruncing dan ada tahi lalat kecil
hampir tak nampak di dagu itu.
Seorang perempuan yang cantik jelita, manis,
yang sudah matang sempurna,
Dia adalah seorang perempuan dengan
segala keindahan
dan keharumannya

Beri maklumlah pada diriku.
Aku seorang pujangga
Peka pada rasa - apapun itu
Beri maklumlah jika aku mudah jatuh hati pada apa saja

NASIHAT BERHARGA SEORANG IBU KEPADA ANAK GADISNYA

Sesungguhnya seorang lelaki atau suami adalah surga atau neraka bagi wanita muslimah.
Perhatikan pada setiap saat apa, dan di mana posisimu dengannya?
Ia ridho atau murka.
Jika ia ridho maka surga bagimu namun
jika tidak maka nerakalah bagimu.

Di bawah ini ada nasihat berharga dari wanita arab kepada anak gadisnya, yakni Umamah binti Harif at Taqlabiah.
Ketika buah hatinya dan penyejuk pandangannya Qurratuainiha dipinang oleh raja Kindah (raja arab pada masa itu).
Maka ketika anaknya dipinang, ibunya Umamah mengatakan kepada anak gadisnya yang ia cintai.
Apa yang dia ucapkan… Dia mengatakan,

Wahai putriku …
Sebentar lagi engkau akan menghirup udara yang engkau hirup dengannya…
Sebentar lagi engkau akan keluar dari sangkarmu dimana engkau tumbuh besar…
Jika seandainya wahai putriku, seorang wanita tidak membutuhkan pria karna kekayaan yang dimiliki ayahnya , niscaya engkau tidak memerlukan pria tersebut.
Akan tetapi wahai putriku, wanita telah ditakdirkan untuk laki-laki sebagaimana laki-laki telah ditakdirkan untuk wanita.

Putriku…..
Engkau akan meniggalkan rumah yang mana telah membesarkanmu hingga saat ini menuju sebuah tempat dimana engkau belum pernah mengenal tempat itu sama sekali dan hidup bersama seorang pria yang belum terbiasa engkau dengannya.
Maka jadikanlah…
Jadilah engkau dikerajaan kecilnya sebagai pelayan niscaya ia akan menjadi budak bagimu.
Hendaknya engkau bergaul dengannya selalu bertemankan dengan qanaah dan ridho serta mematuhi dan mendengarkan ucapanya.

Selalulah engkau menjaga tempat-tempat yang biasa dia pakai dan dipandang oleh matanya atau terbiasa dicium oleh batang hidungnya. Janganlah sampai matanya, jatuh ke tempat yang kotor dan jangan sampai penciumannya mencium kecuali kepada sesuatu yang harum.
Menjaga waktu makan dan tidurnya. Kerana lapar mendatangkan emosi dan kurang tidur membuat fikiran tidak stabil.

Menjaga harta dan keluarganya.
Inti dari menjaga harta adalah pandai berhemat dan menjaga keluarga adalah pintar mengasuh dan pandai mendidik.
Janganlah melanggar perintahnya dan jangan sekali-kali menebarkan rahasianya. Karna jika melanggar perintahnya dan menebar rahasianya, niscaya engkau tidak akan selamat dari makar dan muslihatnya.

Kemudian jangan sekali-kali engkau menampakkan wajah ceria tatkala ia sedang berduka atau engkau menampakkan wajah duka tatkala ia berbahagia.

AKU SUDAH BERUSAHA

Engkau sepantasnya memenuhi panggilan keharusanmu
Menjadi bunga yang indah
Dimana sejuta cahaya datang kepadamu

Dimana aku berdiri pada
Bahwa lelaki yang sholeh, lebih siap dariku
Mengaku pada
Bahwa aku hanya seorang lelaki pendosa
Mengingat pada
Bahwa aku seorang penjahat kecil yang menjadi bukti keadilan Tuhan
Malu pada
Bahwa wanita baik baik seperti kamu bisa menyukaiku

Cinta datang karena telah terbiasa
Sehingga kumulai merasa takut kehilangan
Menyadarkanku pada
Bahwa kamu adalah hadiah Tuhan yg paling indah
Tak akan ada lagi wanita seperti kamu didunia ini

Kemudian,
sejak waktu tidak beranjak
Di saat sanubari berdetak
Lalu sunyi sepi tak beriak
Engkau beranjak keluar dari kepantasan seharusnyamu
Tanpa berkedip engkau memandangku
Sebagai lelaki
Tanpa bisa menjadi lelaki yg baik dan pantas
Tanpa bisa menjadi lelaki yang bisa bersabar dan selalu mengerti
Tanpa bisa menjadi imam yang mampu membimbing

Sebegitu besarnyakah kuasaku merenggut kehendak kamu?

Aku sudah berusaha
Hanya saja kamu tak berminat melihatnya

BERBUAT BAIKLAH

Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya.
Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa.
Nafas kita terus berhembus seiring berhembusnya sang waktu,
ia setia menuntun kita ke pintu kematian..
Sebenarnyalah dunia yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati.
Satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang umur kita.
Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.
Karena itu,
jika hari berlalu tapi tiada Kebaikan dan Kebajikan yang kita lakukan
maka akan keringlah batin kita.
Jangan tertipu dengan usia muda,
karena syarat untuk mati tidaklah harus tua.
Jangan terperdaya dengan badan sehat,
karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit.
Teruslah berbuat baik... berkata baik...!
Kritisi semua yang tidak baik.
Walau tak banyak orang yang mengenalimu,
tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukanlah yang akan menuntun kita pada kebahagiaan,
dan akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan...
Sesungguhnya setiap manusia memiliki bahagianya tersendiri

DAN KAU TAK SUKA ITU

Aku mencintaimu
Dan kau tak suka itu

Apa sih yang bisa dibanggakan dari bentuk cinta seperti yang kumiliki ?
Cinta yang bersih namun terlihat bodoh
Cinta yang gagah perkasa tapi selalu terlihat remuk

Membuatmu muak

Sebab kamu sadar
Pada cinta yang demikian
Terselip duri-duri tajam yang siap melukai

Kamu memilih cinta yang beraneka warna berkilau
Seperti gelembung-gelembung sabun
Yang menciptakan gemerlap memukau
Menjajanjikan kebahagiaan halu 
Walaupun kau tau cinta semacam itu rapuh
Mudah pecah bila kau sentuh

L U C K Y M E

Ketika Yoko Ono bernyanyi
"Every Man Has A Woman Who Loves Him"
Dengan suara cempreng seperti kaleng rombeng digembreng
Aku enggan mengangguk
Boleh jadi ada seribu wanita mencintaiku tapi kalau tidak ada satupun yang berkenan di hati
Siapa peduli ?

Ketika Bob Marley
Dengan mata yang selalu terpejam
Merengek dalam lagunya
"No Woman No Cry"
Aku tak habis pikir
Ah, mungkin dia sedang melantunkan dunia fiksi
Tak perlu dipikirkan

Dan ketika John Anderson (vocalist Yes) dengan riang memperolo-olok mereka
Dalam lagunya
"No Woman No Cry,
No Woman Don't Cry"
Aku berhenti menangis

Istriku sayang
Itu semua adalah lagu usang yang terus berulang
Dan aku terlepas dari mereka semua

Istriku
Walau kau tak pernah mencintaiku
(kita tak pernah membahasnya)
Aku selalu rela
Membimbingmu dengan penuh kasih sayang
Melindungimu
Merawatmu
Karena engkau adalah istriku dan bukan karena aku cinta padamu

"There must be thousands of people out there. Who search for love and find more than they share. They seem to fall into it naturally. But you know, that doesn't apply to me..."
- Anne Murray -

SEMOGA ENGKAU TIDAK MUDAH LUPA

Terakhir kau memandangku
Tatapan mata yang tak mungkin dapat kulupakan
Tatapan mata yang belum bisa benar-benar kugambarkan
Tatapan menyalahkan sekaligus menyesal namun terasa dingin dan nampak layu

Seharusnya kau bisa saja membiarkanku mengetahuinya
Seharusnya engkau bisa saja menunjukkan kepadaku sebarapa jauh perbedaan di antara kita
Seharusnya setidaknya kau bisa saja mendatangiku dan duduk di sampingku
Tapi tampaknya engkau sudah melangkah demikian jauh
Pikiranmu sudah terkunci

Aku meragu
Jika aku mengalah
Akankah engkau masih tetap mempertahankan semua kebohongan itu ?Semoga engkau tidak mudah lupa
Ada beberapa hal yang mustahil bagi kita untuk mengingatnya kembali
Perasaan-perasaan yang tidak akan pernah kita temukan
Butuh waktu lama untuk menyadari hal itu
Kita tak pernah punya cukup waktu untuk berdua saja
Selalu saja ada hal yang jauh lebih penting untuk dilakukan
Selalu saja ada hal yang jauh lebih penting untuk dibicarakan
Tetapi kata 'aku cinta kepadamu'  selalu tertahan di tengah kerongkongan

Kini semuanya sudah terlambat

Semoga engkau tidak mudah lupa

AND I LOVE YOU SO

Akhirnya kutemukan dirimu
Begitu polos apa adanya
Hatimu sebening kaca dan sesegar embun pagi
Cintamu begitu terbuka dan terang cemerlang
Hingga nampak jelas rindumu yang hangat bagai mentari pagi
Semua yang ada padamu dengan pasti menggenggam hatiku
Hingga cintaku luluh di pangkuanmu
And I Love You So
Tiada habis syukurku kepadaMU, Ya Ilahi Rabbi

M A M A

Seorang Ibu sedang duduk di kursi rodanya saat sore , di tepi danau , ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Ketika mereka berdua tengah asyik menikmati ketenangan di tepi danau itu, tiba-tiba si ibu bertanya ”Nak, itu apa yg ada di bawah pohon sana ??”
“Yang mana ma ? Oh, itu kodok, mama” Jawab anaknya.
Tidak begitu lama kemudian si mama bertanya lagi.
“Itu yang warna ijo binatang apa, anakku?”Dengan
sedikit kesal anaknya menjawab ” Sama kayak yang tadi, itu kodok juga mama”
Tidak sampai tiga menit kemudian ibunya kembali bertanya
”Lantas itu apa yang loncat disana itu?” Ibunya menunjuk seekor kodok lain yg sedang loncat…
Si anak pun menjadi kesal dan menjawab
“Ya Allah mama, kan sama dengan yang tadi, ya kodok juga mama ! Emangnya mama gak liat kalau mereka  itu sama?!”
Dari pelupuk mata sang mama menetes butiran air mata, sambil berkata pelan
”Dulu 26 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yg sama untukmu sebanyak 10 kali, dan aku selalu menjawab semua pertanyaan itu sambil tersenyum, sekarang aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali..”
Si anak terdiam dan kemudian sambil menahan haru yang begitu dalam, ia memeluk mamanya, dan berkata. "Maafkan anakmu yang khilaf ini mama. Mama adalah yang terbaik "

CINTA ITU NYATA

Jika cinta bergantung pada angan dan ingin
akan mudah tak berbekas oleh hembusan angin semilir saja

cinta adalah segala yang kau rasa
cinta ada pada setiap sentuhan

bukan cinta namanya jika hanya ingin agar dicinta
bukan cinta namanya jika hanya meminta untuk dicinta

cinta itu adalah
Saat engkau memandangku penuh selidik ketika aku mengatakan aku cinta padamu
cinta adalah senyum manismu yang membias pada kemilau senja manakala engkau meninggalkanku

SIAPAKAH AKU?

siapakah aku ?
jika kamu mengejar aku, kamu tidak akan pernah menangkap aku
jika kamu menginginkan aku di atas segalanya, maka aku akan menjadi milik kamu
jika kamu mencari aku dalam suatu bentuk, aku akan mengecewakanmu
jika kamu menemukan aku sebagai suatu bentuk, maka aku akan meninggalkan kamu ketika kamu sedang tidur

siapakah aku ?
jika kamu pencari sejati, jangkaulah melampaui diri kamu sendiri

aku adalah kebahagiaan
aku tidak pernah merupakan soal kemampuan
aku selalu merupakan soal kemauan
aku tidak dapat diambil, aku hanya dapat diterima
jangan pernah berpikir untuk menjual aku, karena aku hanya dapat diberikan

SIAPA YANG MENGINGKARI?

segala persoalan di dunia berputar bagaikan roda
siapa yang mengingkari ?
bencana dan kebahagiaan saat ini mungkin tak nyata
siapa yang mengingkari ?
lihatlah bagaimana akhirnya manusia dihakimi dengan adil
kapan Tuhan mengecewakan hati yang bersih ?
Siapa yang mengingkari?

AUBREY

Seorang gadis berjalan tak tentu arah.
Jika engaku memperhatikan dengan seksama,
dia sebelumnya adalah seorang gadis yang cantik jelita.
Tapi kini...
Sepasang mata yang biasanya bersinar-sinar penuh gairah hidup itu.
Tampak merah dan agak membengkak,
muka yang biasanya berseri dengan kedua pipi kemerahan dan segar, seperti setangkai bunga yang sedang mekar,
kini menjadi pucat dan layu.
Bibir yang bia­sanya selalu kemerahan dan membasah itu, yang siap melontarkan senyum manis, bahkan selalu kelihatan akan senyum,
kini kelihatan kering dan tetap berusaha untuk tersenyum.
Kadang-kadang bibir itu tergetar kalau tangis melanda hatinya.
Air matanya sudah mengering,
sumbernya sudah hampir kehabisan karena terlampau banyak dia menangis.

Aku kenal pun belum dengan gadis itu,
tahu nama­nya pun belum, akan tetapi kenapa aku sudah menaruh perhatian sedemikian rupa sam­pai aku melamun dan kelihatan muram.
Seolah aku bisa merasakan seluruh kesedihan yang luar biasa itu.
Aku merasa sedih melihat keadaannya.

Aku memberinya nama Aubrey
Bukan nama biasa tapi juga nama yang tidak begitu istimewa.

Siapa yang patut disalahkan ?
Untuk cinta yang sudah tak punya diri
Untuk hati yang tidak mampu lagi meraba irama kasih sayang
Seperti sebuah melodi indah yang dapat ditirukan oleh siapa saja,
Hanya ditirukan saja dan kemudian dilupakan begitu saja.
Seperti orang yang memahami terlalu cepat tapi tidak pernah belajar
Demikianlah pada umumnya orang-orang memandangmu Aubrey.

Mustahil bagimu untuk memperoleh cinta kasih mereka
Demikian hina engkau dalam pandangan mereka
Namun engkau tak pernah menyerah
Kau pertahankan kemurnian cinta sejati yang kau tahu telah menjadi benda asing di mata mereka
Walau untuk itu harus kau tanggung derita panjang tiada henti
Tetapi akan tetap engkau pertahankan kemurniannya
Hingga tak ada tersisa lagi harapan pada tiap bintang di angkasa

Oh, Aubrey
Ketahuilah
Dunia ini tidak diciptakan untuk seorang seindah kamu

SANG PENDOSA

jalan gelap telah ditinggalkan
kesedihan belum berakhir
sinar terang telah datang berkeredepan
sang pendosa belum pulang
waktunya belum datang
di dalam ruang renungan
ia sendirian, menangisi kesepian saat takbir dan tahmid berkumandang
ia enggan mengenakan baju lebarannya
belum tuntas ia berkurban

CEMBURUKU

Jangan gelisah, tenangkan dirimu, tarik napas dalam-dalam, aku akan menjawab pertanyaanmu dengan sebenarnya.
Begitu katamu
Tapi tetap saja
Keringat dingin membasahi tubuhku
Gurat-gurat di wajahku nampak semakin jelas dan agak gemetar
Karena jawabanmulah yang akan menentukan apa jadinya diriku setelah ini selesai
Matinya jiwa dan hatiku atau akan tumbuh sayap di punggungku

Seperti permainan maut Russian Roulette
Tidak ada lagi waktu untuk berpikir
Sekarang giliranku
Meletakkan moncong pistol di jidatku dan menarik pelatuknya

Lihatlah, ya, engkau bisa melihat detak jantungku
Menngetarkan baju di dadaku
Aku menggigil ketakutan
Tapi aku tak akan lari

Kemudian
Terdengar kembali suaramu, agak bergetar
Tutuplah kedua matamu, kadang bisa membantu menenangkanmu. Katamu
Tiba-tiba, ketika akan kuturuti saranmu
Aku semakin ketakutan
Jangan-jangan kau akan pergi menghilang ketika kumeramkan kedua mataku

Aku berjalan mendekatimu
Kurengkuh dirimu
Kupeluk sedemikian erat seolah hendak kusatukan dirimu ke dalam diriku
Sudahlah, kataku
Kau tidak perlu mrnjawab pertanyaanku
Aku yakin engkau adalah istri yang setia lahir bathin

SAMPAI KAPAN

Untuk bercumbu, Intan adalah yang terbaik
Untuk asmara di belakang pintu, Astri tak ada tandingannya
Namun, untuk belahan jiwa, aku memilih Eva
Aku menyimpan ketiganya untuk diriku sendiri
Harta dan tahta, aku tiada
Waktu luang, aku bisa menyisihkannya
Bertiganya berbeda dalam satu kesamaan
Mereka tahu betul cara menyenangkan hati
Hingga 'duda bantat' melekat di tengah namaku
Kesenangan ini melenakanku
Sampai kapan kubuang waktu?
Haruskah kutunggu hingga ubanku mempercepat kemorosotanku?
Kedatangan musim hujan mengantar pergi satu tahun lagi
Tiba-tiba aku terjaga dengan kesedihan tanpa akhir dalam jiwaku
Dari jendelaku yang sunyi, aku memandang rembulan menyusut

Saturday, April 18, 2015

Menyerah Aku Tak Akan

Kuucap kasih dalam dekapan ikhlas
setulus desau angin subuh.
Sembari kubelaikan harap pada patahan
makna dalam kalimat yang kau bekukan.

Allah,
Betapa abadi kesunyian ini.
Bahkan.
Hangat senyummu, fana direnggut waktu.

Namun,
Meski gairah,
meredup kepada misteri mimpi.
Jangan harap ku akan menyerah
hanya karena pagutan sepi.

Dari jendela hati,
Kuberondong semua ragu yang menyerbu.
Sampai kau pastikan benar,
jadi apamu aku.
Walau rindu yang kuderita ini,
terkait pada jalinan semu.

Menyerah aku tak akan
Ku tak akan menyerah.

Saturday, March 21, 2015

Perjalanan Sia-sia

Aku tidak sedang berusaha menerjemahkan makna penyesalan
Aku sedang mengurai kenang-kenangan
Tiba-tiba kau seperti perjalanan sia-sia
Tidak ada satupun dari sekian banyak tafsir kesetiaan
Yang mewakili keberadaanmu

Di belantara rindu yang pernah melukis wajahmu
Aku menemukan bangkai mimpiku
Penuh luka
Di atas hamparan kekecewaan yang tak berujung

Sepi Dari Rahasia

Tak seharusnya kamu takut

Menahan diri

Diremas prasangka

Bila hatimu bersih

Aku seperti sebuah buku yang terbuka
Bisa kau baca dari bagian manapun yang kau suka

Sepi dari rahasia

Tuesday, March 17, 2015

Duhai Jiwa

Duhai jiwa
Apa yang terjadi dengan dirimu ?
Apakah engkau akan menuntunku menuju nirwana
Tempat segala keindahan tercipta
Tempat segala kenikmatan dapat dirasa
Tempat dimana semua angan-angan menjadi nyata
Atau justeru engkau akan menjerumuskan diriku dalam lembah derita yang pedihnya tak terkira ?

Duhai penghias mimpiku
Detak dalam debar jantungku
Andai engkau tau rahasia hatiku, tentu
engkau akan merasakan getaran
seperti yang aku rasa

Waha jiwa yang segala sampan
asmara akan selalu rindu berlabuh di
hatimu
Kepada siapa engkau ijinkan biduk
kasih menetap di hatimu ?

Duhai cinta
Jika rasa yang ada dalam jiwa ini merupakan kehendakmu
Aku pasrah menerima
Aku yakin
Dalam cinta
Kepedihan dan keindahan tiada beda.

Saturday, March 14, 2015

Sekali Lagi Aku Menatapmu

sekali lagi
aku menatapmu
tembus pandang
tanpa raga hilang rupa
tanda tanya bergelayutan
wahai
remang nian gelisah ini

ketika aku ingin berjalan
kau mengajakku duduk
sementara aku duduk
kau menyingkir
aku tak beranjak
kau tetap berjalan
aku atau kau yang menjauh itu

kekasih ku
dalam sepi
alangkah dekatmu kepadaku
belum kupastikan benar
jadi apamu aku sebenarnya


ah,
cinta hanyalah ungkapan kasar
dari rasa setetes embun keabadian yang
menyentuh lidah hasrat manusiawi

C I N T A II


Kau ciptakan untukku bangunan harapan yang sedemikian tinggi
Kemudian kau jatuhkan aku serendah-rendahnya

Kau beri aku sayap
Setelah aku terbang hampir menyentuh langit
Serta-merta kau renggut sayap-sayap itu

Kau katakan
Itu semua kau lakukan agar aku dapat merasakan kedahsyatanmu
Agar tiada penghalang lagi antara aku, kau dan keabadian

O, cinta
Seandainya sejak awal kau mengatakan ini semua
Sampai mati pun aku rela tak mengenal kamu

Begitu Dekat Dirimu


Tiap kali aku mendatangimu
Romantisme cinta, gelora asmara dan kemesraan
Yang sengaja aku bawa buat mu
Seolah bersembunyi di tempat yang tidak mungkin bisa kau temukan

Begitu dekat dirimu
Hingga ku rasakan hangat nafas mu
Bohong jika aku menganggap itu biasa saja
Takut ku lah yang menahan sayang ku kepadamu

Aku tahu
Menipu diri adalah musuh abadi kebahagiaan
Menangisi masa lalu adalah pupuk kesengsaraan tak berkesudahan

Aku mau diriku yang dulu
Meski hanya setengahnya
Bukan di sini
Bukan dengan mu

Percayalah yang kamu cari tidak ada padaku

Teruskanlah Mimpimu

teruskanlah mimpimu
sembunyikan semua yang mestinya kau katakan
kamu tidak menipu siapapun kecuali dirimu sendiri

dengan mudah kau mengarang bermacam alasan
untuk menutupi kebohonganmu
bahkan bersumpah atas nama Tuhan
demi membendung rasa bersalahmu
sungguh kamu tidak tahu akibat apa yang kau perbuat

seandainya saja engkau jujur
sewaktu menerima sisi terburuk ku
kamu akan mendapatkan sisi terbaikku

seandainya kau benar benar pernah
sungguh sungguh mencinta
kamu akan tahu betapa aku membutuhkan mu

entah apa dari dirimu
yang begitu kuat
meneguhkan cintaku padamu

teruskanlah mimpimu
hingga tak ada lagi yang bisa kuharap darimu


Namun Ada Yang Terus Saja Terpendam

Sekali lagi aku ingin mencinta
Pada wanita sebening embun
Sejujur pagi
Bukan pada perempuan yang mengunyah kutuk alam
Di bibirnya rahmat tersesat menjadi laknat

Namun
Ada yang terus saja terpendam
Tak terjaring
Bahkan dengan kerinduan
Hingga dapat kucerna nikmatnya
sepi

Lalu,
Jika semua itu dari sunyiku sendiri
Artinya aku bersikeras, bahkan untuk sesuatu yang tak ada
Mendekat pada apa yang jauh
Meniti pada setitik cahaya
Yang padam sebelum jauh kakiku
melangkah.

Friday, March 13, 2015

Rahasia Senja

Inilah rahasia senja
Sisa usia memungut sia-sia bayang-bayang
Aku menghentikan keasyikanku
Aku berhenti menjaring isyarat-isyaratmu
Yang bercanda diantara angin yang menderu dan awan yang bergemuruh

Semakin jarang aku memberimu ciuman
Umurku berkurang
Telah aku terima kegagalan dan hujatan sebagai cinta-kasih

Aku berpuisi
Jika sedih
Aku berpuisi

Tepislah cintaku
Dan esok pagi aku akan bangun di tengah taman sunyi
Sendiri
Yang kusayangi selalu pergi

Tuesday, March 10, 2015

Menangislah

Kenapa kamu tampak begitu sedih ?
Airmata yang berusaha kau tahan sekuat yang kau bisa
bergulir juga di pipi lembut mu
Datanglah kepada ku, tak usah ragu
Jangan malu menangis di hadapan ku

Izinkan kulihat dirimu seluruhnya
jangan khawatir aku juga pernah terpuruk sedalam itu
Ketika malam-malam mu terasa begitu mencekam
Sementara pagi yang kau nanti tak berwarna dan hambar

Tak perlu mencurahkan apa yang ada di hatimu
Sandarkan kepalamu di pundakku
Basahi dadaku dengan air matamu

Tak kan kubiarkan seorang pun membuat mu terluka

Jangan Biarkan Matahari Menimpaku

Semua gambaran tentang diriku
berubah menjadi hitam putih
Ku semakin lelah
Dan waktu serasa terhenti
Membeku pada jalur kehidupanku

Tak dapat kutulis
Kata-kata romantis yang tepat
Tapi, cobalah
Lihatlah diriku
Mungkin dengan demikian
Setidaknya bisa kau terka apa yang sedang aku rasa

Jangan biarkan matahari menimpaku
Jangan campakkan diriku
Hanya karena kau mengira aku akan melukaimu
Sedangkan luka yang ku derita ini
Hanya bisa disembuhkan oleh kasih-sayang mu...

Aku jatuh
Tersungkur
Terjerembab
Dalam liang pekat
Dimana cahaya adalah sisi suram bilik hati
Kegembiraan adalah lolong panjang pedih perih
Selamatkan aku sebelum aku benar-benar menjadi bagian dari mereka

Aku telah berusaha merubah cara hidupku
Kukepal tabahku
Meskipun
Walau segigih apapun
Aku mencari diriku
Yang kutemui selalu pantulan orang lain

Tapi ketika aku menemuimu
kamu salah membaca maksudku
Kau tutup pintumu
Membiarkanku buta dan bisu
Kamu tidak tahu
Tidak pernah tahu
Betapa aku sudah berusaha

Kugenggam erat sisa kepingan kehidupanmu bersamaku
Di sisi dimana aku tidak lagi punya arti

Tak kan kulepas
Karena kehilangan segalanya
Adalah seperti tertimpa matahari

Berapa Usiaku Sekarang

Kupandangi cermin
Berapa usiaku sekarang ?
Aku mencoba menipu diri sendiri

Tak pernah ku sangka
Masih bisa merasakan gejolak hati
Semuanya rasanya menggelepar
Oleh gempa perasaan yang ganjil
Perasaan ini begitu asing

Perasaan rindu
Yang penah mati dalam keputus asaan yang panjang
Kini meraih puncaknya

Diam-diam
Aku berharap
Dia akan seketika jatuh cinta kepadaku
Dengan cara tersendiri 

Kupandangi cermin sekali lagi
Sebaiknya kuhayati perasaan yang sangat ajaib kosongnya
Di sisa umurku ini.

Monday, March 9, 2015

Kau Bilang

Kau bilang,
Kau cinta kepada hujan.
Ketika hujan turun kau lindungi dirimu dengan payung.

Kau bilang.
Kau cinta Matahari.
Ketika Matahari bersinar terang benderang, engkau cepat-cepat mencari tempat teduh.

Kau bilang.
Kau cinta angin.
Tapi di saat angin berhembus kencang, serta merta kau tutup pintu dan jendela rumahmu.

Sekarang engkau berdiri tepat di hadapanku.
Kau bilang.
Kau cinta kepadaku.
Seketika itu merinding seluruh bulu kudukku.
Kupejamkan mataku, berusaha mengusir gejolak di dadaku.
Kemudian aku berlari sejauh mungkin untuk menghindarimu.
Sebelum nantinya kutanggung beban derita patah hati.

Karenamu.
Selanjutnya, dalam permainan asmara.
Aku selalu memilih menepi di sisi yang aman.
Dengan demikian aku tak akan terluka.

Friday, February 27, 2015

D I V A

Seluruh mata tertuju pada mu
Engkau jelita bahkan bunga teratai yang paling cantik pun akan layu
bila disandingkan dengan kecantikan mu

Parasmu cemerlang bintang Timur
Anggun engkau berjalan pasti
Merebak harum bunga mawar dan melati
Menggapai wajah-wajah tolol, terkagum,

Ada senyum ejekan,
tertahan di bibir mungil mu
Engkau telah menundukkan sekian puluh jiwa,
bahkan tanpa melakukan apa-apa

Wajah mu tak tunduk
Mendongak
Menggoreskan congkak
Jiwa-jiwa kopong itu menggelepar
Merasakan tusukan pedih kekecewaan

Kekuatan sorot mata lembut mu
Jernih bagai telaga tempat mandi para bidadari
Melelehkan kekuatan siapa saja yang engkau pandang
Terhisap habis oleh daya pesona mu
Mereka seakan rela memancung kepala sendiri demi mendapatkan madu kasih mu
Mereka sudah kalah sebelum berperang
Dan kau tak suka itu

Bagiku, engkau adalah misteri yang sempurna
Susah payah kutembus kedahsyatan pesona mu
Agar aku dapat melihat ke dalam
Melihat dirimu
Benar-benar melihat

Aku ingin
Ketika kita bertatapan mata
Jantung mu lah yang berdegup keras
hingga engkau tergagap dan mengalihkan pandangan mu

Aku ingin,
ah......
Kecantikan itu...
Memancar langsung dari kalbu mu
Menembus sepasang mata....

Aku tertunduk

Wahai Anakku

Wahai anakku yang telah beranjak remaja
Komputer itu
hanyalah alat
Benda mati
Berisi sampah tak berguna, kotor dan menjijikkan
Juga berisi emas murni dua puluh empat karat
GIGO !
Tidak dapat menyeretmu ke neraka
Tidak dapat pula menggendongmu ke surga

Ia sangat bergantung
pada setan yang melebur dalam darahmu
Dan malaikat yang bersemayam di hatimu

Interlude Buat Aci (Pertama Dan Terakhir)

tak ada lagi asmara untuk kubagi
hanya tinggal angan-angan
menetes pada bunga kembang tak jadi

terjatuhlah kenangan
pada keinginan
dan kenyataan
bersama angin
dan obsesi
tanda tanya tumpang tindih

kucoba untuk diam
dalam diam selalu ada gerak
dan
aduhai !
betapa cinta telah menjadi benalu

benci mana yang membuktikan kasihmu ?
dingin mana yang membuktikan hangatmu ?

kau kemas kebohongan dalam kejujuran
semua sepalsu tangismu

andai saja kau bisa menerima sisi terburukku
andai saja....

Nurani Tanpa Cahaya

Kita terlalu pintar
Namun sepenuhnya menipu diri sendiri
Merenda kisah cinta yang seru (Romeo dan Juliet)
Dari hayal dan bayang-bayang
Yang terwujud kemudian
Adalah sejarah hidup bagai rubah licik yang menyeringai kepada kita

Sungguh,
Kita telah membangun kisah-kisah yang luar biasa
Untuk kemudian tersiksa di situ

Jam itu, saudaraku
Mustahil diputar kembali
Dan kelu dalam jiwa dan tubuh yang kita derita kini
Sungguh tak terlerai

Kita melolong dan merintih berkepanjangan atas satu nestapa
Lantaran melupakan ribuan kesalahan yang dengan sengaja telah kita tumpuk
selama ribuan tahun

Kita adalah nurani yang haus cahaya
Yang gagal mengurai cahaya itu sendiri

Agar Ngerti Yang Semu

Dengarkanlah suara gelombang yang
tertinggal pada kulit karang dan pasir pantai,
Agar kau memahami lautan hanya dengan memandang sebutir pasir

Seperti Kahlil Gibran memahami isi
samudra dengan melihat setetes embun

C I N T A

Cinta adalah iradat Ilahiah
Dikirimnya ke bumi supaya tumbuh

Kalau ia terletak diatas tanah yang lekang
dan tandus
Kalau ia datang kepada hati yang keruh
dan kepada budi yang rendah
Tumbuhnya akan menyiksa orang lain
Dia akan membawa kerusakan di muka
bumi
Tetapi jika ia hinggap di hati yang suci
Dia akan mewariskan
Kemuliaan
Keikhlasan dan,
Ketaatan kepada Ilahi

Bagi cinta yang murni
Tertinggal jauh pertemuan jasmani
dengan jasmani
Terlupa penghubungan badan dengan
badan
Hanyalah keikhlasan dan kesucian jiwa
yang diharapnya

Bingkai Potret Perkawinan Kita

Kemana arah langkahmu ?
Meninggalkanku terkapar hingga ujung senjakala
Terpanggang cemas
Tercium olehku bau yang mengingatkanku
Akan sesuatu yang sudah bukan milikku lagi
Sia-sia ku jangkau mimpi

Kutatap bingkai potret perkawinan kita
Terselubung kabut
Yang tak akan pernah larut menjadi butiran embun

Tak terduga
Waktu
Begitu kosong menghirupnya

Mustahil membikin abadi
sesuatu yang kelak retak

Oh, danau biru bening itu
Memang tak pernah kau peruntukkan buatku

Menangkap mu kembali
hanya akan bikin aku
merasa terpanggang bara
Silih rengkuh berganti luput
Istri menjadi cerita penghantar tidur si buyung

Semoga aku tak kehilangan apa-apa
Hanya lepas dari dunia yang selalu meminta dan enggan memberi

Berkesendirian tak akan mengurangi nilai kodrat ku
Apakah manusia bukan manusia kalau bukan sepasang ?

P e l a m u n

Aku pelamun yang parah
Penghayal yang akut
Menahun
Dan kau bilang itu sia-sia
Tidak menghasilkan apa-apa
Kecuali kekosongan

Kosong ?
Tidak !

Bagaimana mungkin kepadatan perasaan dan pikiran serupa ini dapat disebut kekosongan ?
Pikiranku memacu
Terang benderang
Seluruh persoalan di kolong langit
Dalam keadaan yang kemilau
Aku tinggal memecahkannya saja

Kosong katamu...?

Temukan Aku

Jika kamu berusaha menemukanku sebagai suatu bentuk
Aku khawatir akan mengecewakan mu
Jangan mencoba untuk memahami
Aku hanya bisa diterima
Dan
Ketika dunia tak menganggapmu ada
Aku selalu tidak jauh darimu

Cinta merupakan satu-satunya mangkuk minumku
Yang dipenuhi tiga puluh macam pedih perih

Dan apabila kamu tidak dapat menemukanku
Cobalah mencariku dengan tatapan mata memaafkan

Antara Maya Dan Nyata

engkau tersimpan rapi
di sudut hati
tak terusik selamanya
terlipat sempurna
pada semua pori_pori ku
selalu ada
terapung diantara nyata dan maya

maafkan jika aku
tak lagi mampu menyapa mu
walau pun menderu rindu
ingin bertemu

sulit kutemukan kata
yang sempurna mengungkapkan
betapa aku sayang pada mu

cinta seperti ini
tak mudah dapat kau rasakan
hingga engkau memahaminya
penuh seluruh

Padaku Hanya Ada

Kini aku merasa tua
Padaku
Hanya ada
Perempuan yang selalu pergi
Sebait senja
Yang menyusu pada takdir dini hari
Dan sekeping -entah apa namanya-
Yang dulu kuyakini sebagai cinta

Thursday, February 26, 2015

Kata Tak Terucap

Rahasia apa yang tersimpan dalam debaran
Saat kau seperti kijang emas
Melompat-lompat dihadapanku

Hendak kutangkap, lalu lenyap
Kusimpan wujudmu dari sepi ke sepi
Kutoreh hatimu dengan pisau naluri
Diammu Sendu,
Hangatmu rindu

Ada kata yang tak pernah engkau ucapkan
Menghalangiku untuk melihat kamu secara utuh
Dan hal itu yang membuat aku selalu memikirkanmu

Jangan hiraukan perbedaan itu
Bukalah bagian yang tersembunyi
Banyak hati yang telah hancur berkeping
Karena kata yang tak pernah terungkap

Kepastian Bukan Pilihan

Di sini
Di ruangan ini
Setelah sekian ratus kali
Sekali lagi aku tegaskan

Hidup bukanlah pilihan
Hidup adalah kepastian
Karena tidak ada seorangpun yang mau dengan sadar
sengaja memilih hidup
yang sengsara lahir bathin
di dunia dan di akhirat.

Hidup adalah masa depan
Masa depan
adalah sesuatu yang pasti,
Langkah dan tindakan kita saat ini
adalah rangkaian pasti menuju kedudukan dan status kita kelak.

Begitulah saudara-saudari
Camkan !

Rujuk

Setelah ribuan hari
Kita tak bertegur sapa

Hari ini aku membuat kamu tersenyum
Dan aku pun terharu

Sejak dulu hatiku telah luruh di pangkuanmu
Kau pelipur laraku

Tunggu aku ya sayangku
Aku mau kita bersatu lagi

Duda Bantat

Lama aku menganggap telah jatuh cinta berkali-kali
Tak satu hati pun dapat kuperam
Bagai telur yang tak dibuahi

Ternyata itu semacam pengantar
Demi mempersiapkan diriku bertemu dia

Awal pertama kita dipertemukan di pelaminan
Tak ada cinta pada pandangan pertama
Asmara telah kutanggalkan
Cinta hanyalah permainan anak ingusan

Tapi kini
Kurasakan betapa aku mencintainya
Perasaan yang dulu aku anggap semu dan bohong besar
Kini mengguyur seluruh sukma dan bathinku
Tak mungkin lagi kutahan-tahan
Tak mungkin lagi kuabaikan

Aku si duda bantat
Jatuh cinta lagi
Setiap kali aku memikirkan dirinya
Setiap kali itu pula aku jatuh cinta
Lagi dan lagi
Kepadamu
Wahai.....mantan istriku

Wednesday, February 25, 2015

Di Dalam Dan Di Luar

Di sini juga sama,
diguyur hujan tiada henti sejak fajar tadi.
Tapi di sini tidak ada gedung pencakar langit.
Di sini semua bangunan berbentuk sama,
warna catnya sama semua,

Tiap bangunan terdiri dari tiga tingkat,
tiap tingkat dibagi menjadi dua blok.

Hujan masih mengguyur,
tampaknya sampai sore nanti tidak bakal berhenti.

Topeng

Aku memainkan permainan ini
sebagai media meditasi
Membersihkan bathin dari sak wasangka
Bukan uang atau kehormatan yang
ingin aku menangkan
Aku mencari jawaban

Kekerasan adalah bukan diriku
Kelembutan dan keindahan
yang selalu ku rindu
Aku tidak harus menyendiri untuk itu
Kuhadapi dunia dengan cara ku

Dan ketika kukatakan
aku bisa hidup tanpa dirimu
Kamu pasti berpikir
ada sesuatu yang salah pada otakku

Ketahuilah
Aku bukan manusia bermuka bias
Topeng yang kukenakan hanya satu
Untuk menakut-nakuti masa lalu

Sunday, February 15, 2015

Someone Like You

Ini adalah hari yang paling bahagia buatmu
Mimpimu telah menjadi kenyataan
Sudah kau dapatkan pasangan hidupmu
Dia adalah teman baik ku

Aku benci karena tidak bisa menahan diri
Untuk tidak hadir di pesta pernikahanmu
Aku harus hadir di situ
Walaupun tidak seorangpun mengundangku

Aku berharap
Tanpa sengaja kamu memandang kedua mataku
Akan kau lihat disana
Cinta ku kepadamu belum berakhir
Tak kan mati sampai kapanpun
Ku mohon
Jangan lupakan aku

Semua bilang kan kutemukan seseorang sepertimu
Mereka berkata begitu karena tidak mengenalku
Bagaimana bisa hati yang sudah hancur berkeping
berserakan bagai debu
menyatu kembali
Tak akan kembali seperti sediakala

Aku berharap yang terbaik buatmu
Seperti baru kemarin rasanya
Ketika kamu mengatakan
Kadang suatu keindahan itu bisa berakhir
dalam gemerlap pesona cinta
Kadang sebaliknya
Berakhir dalam kepedihan yang tak terperih

Ya, aku ingat ketika kamu mengatakan
Kadang suatu keindahan itu bisa berakhir
dalam gemerlap pesona cinta
Kadang sebaliknya
Berakhir dalam kepedihan yang tak terperih