Aku menyukainya
Semenjak pertama bertemu dengannya.
Apa yang aku sukai?
Aku juga tidak tahu.
Tapi perempuan itu membuatku bergetar
dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku.
Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya.
Menjalin sampai nadi dan pikiranku.
Ia seorang perempuan matang
tiga puluhan tahun, bagaikan setangkai
bunga sedang merekah sempurna, mekar sepenuhnya,
Ia memiliki daya tarik yang amat kuat.
Tubuhnya sedang, ramping dan
padat.
Langkahnya nampak lemah gemulai namun gesit dan bertenaga,
lekuk lengkung tubuh yang nampak masak.
Dari kulit muka, leher dan tangannya
dapat diketahui bahwa ia me miliki kulit yang putih,
halus mulus dan sehat kemerahan.
Rambutnya hitam, lebat dan panjang, dikuncir dua dan kuncir-kuncir itu bergantungan di kanan kiri.
Anak rambut yang
berjuntai halus di sekitar dahi dan tengkuknya melingkar hangat.
Sepasang alisnya hitam sekali seperti dipulas, kecil panjang melengkung,
membuat kulit pelupuk mata lebih putih nampaknya daripada kedua pipi yang segar kemerahan itu.
Sepasang matanya bersinar lembut, jeli dan jernih agak lebar
dan biasanya agak tajam akan tetapi saat itu sinar matanya
menunduk, diliputi rasa gelisah dan malu.
Hidungnya keciIL
mancung, ujungnya agak berjungkit ke atas memberi kesan lucu dan agak nakal.
Akan tetapi mulutnya, mungkin di situlah terletak daya tariknya yang paling kuat.
Sepasang bibir merah tanpa pemerah bibir itu selalu nampak basah dan penuh, kulit bibirnya demikian tipis seolah-olah hanya terisi anggur merah yang teramat manis kalau tergigit sedikit saja tentu akan muncrat,
Mulut yang membayangkan kegairahan dan menjanjikan kenikmatan yang tak terbatas.
Deretan gigi kecil dan putih berkilau kadang-kadang nampak,
dan dalam kegelisahannya, kadang-kadang nampak ujung
lidah yang kecil merah mencuat menjilat bibir.
Dagunya
meruncing dan ada tahi lalat kecil
hampir tak nampak di dagu itu.
Seorang perempuan yang cantik jelita, manis,
yang sudah matang sempurna,
Dia adalah seorang perempuan dengan
segala keindahan
dan keharumannya
Beri maklumlah pada diriku.
Aku seorang pujangga
Peka pada rasa - apapun itu
Beri maklumlah jika aku mudah jatuh hati pada apa saja
Semenjak pertama bertemu dengannya.
Apa yang aku sukai?
Aku juga tidak tahu.
Tapi perempuan itu membuatku bergetar
dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku.
Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya.
Menjalin sampai nadi dan pikiranku.
Ia seorang perempuan matang
tiga puluhan tahun, bagaikan setangkai
bunga sedang merekah sempurna, mekar sepenuhnya,
Ia memiliki daya tarik yang amat kuat.
Tubuhnya sedang, ramping dan
padat.
Langkahnya nampak lemah gemulai namun gesit dan bertenaga,
lekuk lengkung tubuh yang nampak masak.
Dari kulit muka, leher dan tangannya
dapat diketahui bahwa ia me miliki kulit yang putih,
halus mulus dan sehat kemerahan.
Rambutnya hitam, lebat dan panjang, dikuncir dua dan kuncir-kuncir itu bergantungan di kanan kiri.
Anak rambut yang
berjuntai halus di sekitar dahi dan tengkuknya melingkar hangat.
Sepasang alisnya hitam sekali seperti dipulas, kecil panjang melengkung,
membuat kulit pelupuk mata lebih putih nampaknya daripada kedua pipi yang segar kemerahan itu.
Sepasang matanya bersinar lembut, jeli dan jernih agak lebar
dan biasanya agak tajam akan tetapi saat itu sinar matanya
menunduk, diliputi rasa gelisah dan malu.
Hidungnya keciIL
mancung, ujungnya agak berjungkit ke atas memberi kesan lucu dan agak nakal.
Akan tetapi mulutnya, mungkin di situlah terletak daya tariknya yang paling kuat.
Sepasang bibir merah tanpa pemerah bibir itu selalu nampak basah dan penuh, kulit bibirnya demikian tipis seolah-olah hanya terisi anggur merah yang teramat manis kalau tergigit sedikit saja tentu akan muncrat,
Mulut yang membayangkan kegairahan dan menjanjikan kenikmatan yang tak terbatas.
Deretan gigi kecil dan putih berkilau kadang-kadang nampak,
dan dalam kegelisahannya, kadang-kadang nampak ujung
lidah yang kecil merah mencuat menjilat bibir.
Dagunya
meruncing dan ada tahi lalat kecil
hampir tak nampak di dagu itu.
Seorang perempuan yang cantik jelita, manis,
yang sudah matang sempurna,
Dia adalah seorang perempuan dengan
segala keindahan
dan keharumannya
Beri maklumlah pada diriku.
Aku seorang pujangga
Peka pada rasa - apapun itu
Beri maklumlah jika aku mudah jatuh hati pada apa saja
No comments:
Post a Comment