Engkau sepantasnya memenuhi panggilan keharusanmu
Menjadi bunga yang indah
Dimana sejuta cahaya datang kepadamu
Dimana aku berdiri pada
Bahwa lelaki yang sholeh, lebih siap dariku
Mengaku pada
Bahwa aku hanya seorang lelaki pendosa
Mengingat pada
Bahwa aku seorang penjahat kecil yang menjadi bukti keadilan Tuhan
Malu pada
Bahwa wanita baik baik seperti kamu bisa menyukaiku
Cinta datang karena telah terbiasa
Sehingga kumulai merasa takut kehilangan
Menyadarkanku pada
Bahwa kamu adalah hadiah Tuhan yg paling indah
Tak akan ada lagi wanita seperti kamu didunia ini
Kemudian,
sejak waktu tidak beranjak
Di saat sanubari berdetak
Lalu sunyi sepi tak beriak
Engkau beranjak keluar dari kepantasan seharusnyamu
Tanpa berkedip engkau memandangku
Sebagai lelaki
Tanpa bisa menjadi lelaki yg baik dan pantas
Tanpa bisa menjadi lelaki yang bisa bersabar dan selalu mengerti
Tanpa bisa menjadi imam yang mampu membimbing
Sebegitu besarnyakah kuasaku merenggut kehendak kamu?
Aku sudah berusaha
Hanya saja kamu tak berminat melihatnya
Menjadi bunga yang indah
Dimana sejuta cahaya datang kepadamu
Dimana aku berdiri pada
Bahwa lelaki yang sholeh, lebih siap dariku
Mengaku pada
Bahwa aku hanya seorang lelaki pendosa
Mengingat pada
Bahwa aku seorang penjahat kecil yang menjadi bukti keadilan Tuhan
Malu pada
Bahwa wanita baik baik seperti kamu bisa menyukaiku
Cinta datang karena telah terbiasa
Sehingga kumulai merasa takut kehilangan
Menyadarkanku pada
Bahwa kamu adalah hadiah Tuhan yg paling indah
Tak akan ada lagi wanita seperti kamu didunia ini
Kemudian,
sejak waktu tidak beranjak
Di saat sanubari berdetak
Lalu sunyi sepi tak beriak
Engkau beranjak keluar dari kepantasan seharusnyamu
Tanpa berkedip engkau memandangku
Sebagai lelaki
Tanpa bisa menjadi lelaki yg baik dan pantas
Tanpa bisa menjadi lelaki yang bisa bersabar dan selalu mengerti
Tanpa bisa menjadi imam yang mampu membimbing
Sebegitu besarnyakah kuasaku merenggut kehendak kamu?
Aku sudah berusaha
Hanya saja kamu tak berminat melihatnya
No comments:
Post a Comment