Friday, February 27, 2015

D I V A

Seluruh mata tertuju pada mu
Engkau jelita bahkan bunga teratai yang paling cantik pun akan layu
bila disandingkan dengan kecantikan mu

Parasmu cemerlang bintang Timur
Anggun engkau berjalan pasti
Merebak harum bunga mawar dan melati
Menggapai wajah-wajah tolol, terkagum,

Ada senyum ejekan,
tertahan di bibir mungil mu
Engkau telah menundukkan sekian puluh jiwa,
bahkan tanpa melakukan apa-apa

Wajah mu tak tunduk
Mendongak
Menggoreskan congkak
Jiwa-jiwa kopong itu menggelepar
Merasakan tusukan pedih kekecewaan

Kekuatan sorot mata lembut mu
Jernih bagai telaga tempat mandi para bidadari
Melelehkan kekuatan siapa saja yang engkau pandang
Terhisap habis oleh daya pesona mu
Mereka seakan rela memancung kepala sendiri demi mendapatkan madu kasih mu
Mereka sudah kalah sebelum berperang
Dan kau tak suka itu

Bagiku, engkau adalah misteri yang sempurna
Susah payah kutembus kedahsyatan pesona mu
Agar aku dapat melihat ke dalam
Melihat dirimu
Benar-benar melihat

Aku ingin
Ketika kita bertatapan mata
Jantung mu lah yang berdegup keras
hingga engkau tergagap dan mengalihkan pandangan mu

Aku ingin,
ah......
Kecantikan itu...
Memancar langsung dari kalbu mu
Menembus sepasang mata....

Aku tertunduk

Wahai Anakku

Wahai anakku yang telah beranjak remaja
Komputer itu
hanyalah alat
Benda mati
Berisi sampah tak berguna, kotor dan menjijikkan
Juga berisi emas murni dua puluh empat karat
GIGO !
Tidak dapat menyeretmu ke neraka
Tidak dapat pula menggendongmu ke surga

Ia sangat bergantung
pada setan yang melebur dalam darahmu
Dan malaikat yang bersemayam di hatimu

Interlude Buat Aci (Pertama Dan Terakhir)

tak ada lagi asmara untuk kubagi
hanya tinggal angan-angan
menetes pada bunga kembang tak jadi

terjatuhlah kenangan
pada keinginan
dan kenyataan
bersama angin
dan obsesi
tanda tanya tumpang tindih

kucoba untuk diam
dalam diam selalu ada gerak
dan
aduhai !
betapa cinta telah menjadi benalu

benci mana yang membuktikan kasihmu ?
dingin mana yang membuktikan hangatmu ?

kau kemas kebohongan dalam kejujuran
semua sepalsu tangismu

andai saja kau bisa menerima sisi terburukku
andai saja....

Nurani Tanpa Cahaya

Kita terlalu pintar
Namun sepenuhnya menipu diri sendiri
Merenda kisah cinta yang seru (Romeo dan Juliet)
Dari hayal dan bayang-bayang
Yang terwujud kemudian
Adalah sejarah hidup bagai rubah licik yang menyeringai kepada kita

Sungguh,
Kita telah membangun kisah-kisah yang luar biasa
Untuk kemudian tersiksa di situ

Jam itu, saudaraku
Mustahil diputar kembali
Dan kelu dalam jiwa dan tubuh yang kita derita kini
Sungguh tak terlerai

Kita melolong dan merintih berkepanjangan atas satu nestapa
Lantaran melupakan ribuan kesalahan yang dengan sengaja telah kita tumpuk
selama ribuan tahun

Kita adalah nurani yang haus cahaya
Yang gagal mengurai cahaya itu sendiri

Agar Ngerti Yang Semu

Dengarkanlah suara gelombang yang
tertinggal pada kulit karang dan pasir pantai,
Agar kau memahami lautan hanya dengan memandang sebutir pasir

Seperti Kahlil Gibran memahami isi
samudra dengan melihat setetes embun

C I N T A

Cinta adalah iradat Ilahiah
Dikirimnya ke bumi supaya tumbuh

Kalau ia terletak diatas tanah yang lekang
dan tandus
Kalau ia datang kepada hati yang keruh
dan kepada budi yang rendah
Tumbuhnya akan menyiksa orang lain
Dia akan membawa kerusakan di muka
bumi
Tetapi jika ia hinggap di hati yang suci
Dia akan mewariskan
Kemuliaan
Keikhlasan dan,
Ketaatan kepada Ilahi

Bagi cinta yang murni
Tertinggal jauh pertemuan jasmani
dengan jasmani
Terlupa penghubungan badan dengan
badan
Hanyalah keikhlasan dan kesucian jiwa
yang diharapnya

Bingkai Potret Perkawinan Kita

Kemana arah langkahmu ?
Meninggalkanku terkapar hingga ujung senjakala
Terpanggang cemas
Tercium olehku bau yang mengingatkanku
Akan sesuatu yang sudah bukan milikku lagi
Sia-sia ku jangkau mimpi

Kutatap bingkai potret perkawinan kita
Terselubung kabut
Yang tak akan pernah larut menjadi butiran embun

Tak terduga
Waktu
Begitu kosong menghirupnya

Mustahil membikin abadi
sesuatu yang kelak retak

Oh, danau biru bening itu
Memang tak pernah kau peruntukkan buatku

Menangkap mu kembali
hanya akan bikin aku
merasa terpanggang bara
Silih rengkuh berganti luput
Istri menjadi cerita penghantar tidur si buyung

Semoga aku tak kehilangan apa-apa
Hanya lepas dari dunia yang selalu meminta dan enggan memberi

Berkesendirian tak akan mengurangi nilai kodrat ku
Apakah manusia bukan manusia kalau bukan sepasang ?

P e l a m u n

Aku pelamun yang parah
Penghayal yang akut
Menahun
Dan kau bilang itu sia-sia
Tidak menghasilkan apa-apa
Kecuali kekosongan

Kosong ?
Tidak !

Bagaimana mungkin kepadatan perasaan dan pikiran serupa ini dapat disebut kekosongan ?
Pikiranku memacu
Terang benderang
Seluruh persoalan di kolong langit
Dalam keadaan yang kemilau
Aku tinggal memecahkannya saja

Kosong katamu...?

Temukan Aku

Jika kamu berusaha menemukanku sebagai suatu bentuk
Aku khawatir akan mengecewakan mu
Jangan mencoba untuk memahami
Aku hanya bisa diterima
Dan
Ketika dunia tak menganggapmu ada
Aku selalu tidak jauh darimu

Cinta merupakan satu-satunya mangkuk minumku
Yang dipenuhi tiga puluh macam pedih perih

Dan apabila kamu tidak dapat menemukanku
Cobalah mencariku dengan tatapan mata memaafkan

Antara Maya Dan Nyata

engkau tersimpan rapi
di sudut hati
tak terusik selamanya
terlipat sempurna
pada semua pori_pori ku
selalu ada
terapung diantara nyata dan maya

maafkan jika aku
tak lagi mampu menyapa mu
walau pun menderu rindu
ingin bertemu

sulit kutemukan kata
yang sempurna mengungkapkan
betapa aku sayang pada mu

cinta seperti ini
tak mudah dapat kau rasakan
hingga engkau memahaminya
penuh seluruh

Padaku Hanya Ada

Kini aku merasa tua
Padaku
Hanya ada
Perempuan yang selalu pergi
Sebait senja
Yang menyusu pada takdir dini hari
Dan sekeping -entah apa namanya-
Yang dulu kuyakini sebagai cinta

Thursday, February 26, 2015

Kata Tak Terucap

Rahasia apa yang tersimpan dalam debaran
Saat kau seperti kijang emas
Melompat-lompat dihadapanku

Hendak kutangkap, lalu lenyap
Kusimpan wujudmu dari sepi ke sepi
Kutoreh hatimu dengan pisau naluri
Diammu Sendu,
Hangatmu rindu

Ada kata yang tak pernah engkau ucapkan
Menghalangiku untuk melihat kamu secara utuh
Dan hal itu yang membuat aku selalu memikirkanmu

Jangan hiraukan perbedaan itu
Bukalah bagian yang tersembunyi
Banyak hati yang telah hancur berkeping
Karena kata yang tak pernah terungkap

Kepastian Bukan Pilihan

Di sini
Di ruangan ini
Setelah sekian ratus kali
Sekali lagi aku tegaskan

Hidup bukanlah pilihan
Hidup adalah kepastian
Karena tidak ada seorangpun yang mau dengan sadar
sengaja memilih hidup
yang sengsara lahir bathin
di dunia dan di akhirat.

Hidup adalah masa depan
Masa depan
adalah sesuatu yang pasti,
Langkah dan tindakan kita saat ini
adalah rangkaian pasti menuju kedudukan dan status kita kelak.

Begitulah saudara-saudari
Camkan !

Rujuk

Setelah ribuan hari
Kita tak bertegur sapa

Hari ini aku membuat kamu tersenyum
Dan aku pun terharu

Sejak dulu hatiku telah luruh di pangkuanmu
Kau pelipur laraku

Tunggu aku ya sayangku
Aku mau kita bersatu lagi

Duda Bantat

Lama aku menganggap telah jatuh cinta berkali-kali
Tak satu hati pun dapat kuperam
Bagai telur yang tak dibuahi

Ternyata itu semacam pengantar
Demi mempersiapkan diriku bertemu dia

Awal pertama kita dipertemukan di pelaminan
Tak ada cinta pada pandangan pertama
Asmara telah kutanggalkan
Cinta hanyalah permainan anak ingusan

Tapi kini
Kurasakan betapa aku mencintainya
Perasaan yang dulu aku anggap semu dan bohong besar
Kini mengguyur seluruh sukma dan bathinku
Tak mungkin lagi kutahan-tahan
Tak mungkin lagi kuabaikan

Aku si duda bantat
Jatuh cinta lagi
Setiap kali aku memikirkan dirinya
Setiap kali itu pula aku jatuh cinta
Lagi dan lagi
Kepadamu
Wahai.....mantan istriku

Wednesday, February 25, 2015

Di Dalam Dan Di Luar

Di sini juga sama,
diguyur hujan tiada henti sejak fajar tadi.
Tapi di sini tidak ada gedung pencakar langit.
Di sini semua bangunan berbentuk sama,
warna catnya sama semua,

Tiap bangunan terdiri dari tiga tingkat,
tiap tingkat dibagi menjadi dua blok.

Hujan masih mengguyur,
tampaknya sampai sore nanti tidak bakal berhenti.

Topeng

Aku memainkan permainan ini
sebagai media meditasi
Membersihkan bathin dari sak wasangka
Bukan uang atau kehormatan yang
ingin aku menangkan
Aku mencari jawaban

Kekerasan adalah bukan diriku
Kelembutan dan keindahan
yang selalu ku rindu
Aku tidak harus menyendiri untuk itu
Kuhadapi dunia dengan cara ku

Dan ketika kukatakan
aku bisa hidup tanpa dirimu
Kamu pasti berpikir
ada sesuatu yang salah pada otakku

Ketahuilah
Aku bukan manusia bermuka bias
Topeng yang kukenakan hanya satu
Untuk menakut-nakuti masa lalu

Sunday, February 15, 2015

Someone Like You

Ini adalah hari yang paling bahagia buatmu
Mimpimu telah menjadi kenyataan
Sudah kau dapatkan pasangan hidupmu
Dia adalah teman baik ku

Aku benci karena tidak bisa menahan diri
Untuk tidak hadir di pesta pernikahanmu
Aku harus hadir di situ
Walaupun tidak seorangpun mengundangku

Aku berharap
Tanpa sengaja kamu memandang kedua mataku
Akan kau lihat disana
Cinta ku kepadamu belum berakhir
Tak kan mati sampai kapanpun
Ku mohon
Jangan lupakan aku

Semua bilang kan kutemukan seseorang sepertimu
Mereka berkata begitu karena tidak mengenalku
Bagaimana bisa hati yang sudah hancur berkeping
berserakan bagai debu
menyatu kembali
Tak akan kembali seperti sediakala

Aku berharap yang terbaik buatmu
Seperti baru kemarin rasanya
Ketika kamu mengatakan
Kadang suatu keindahan itu bisa berakhir
dalam gemerlap pesona cinta
Kadang sebaliknya
Berakhir dalam kepedihan yang tak terperih

Ya, aku ingat ketika kamu mengatakan
Kadang suatu keindahan itu bisa berakhir
dalam gemerlap pesona cinta
Kadang sebaliknya
Berakhir dalam kepedihan yang tak terperih