Kemana arah langkahmu ?
Meninggalkanku terkapar hingga ujung senjakala
Terpanggang cemas
Tercium olehku bau yang mengingatkanku
Akan sesuatu yang sudah bukan milikku lagi
Sia-sia ku jangkau mimpi
Kutatap bingkai potret perkawinan kita
Terselubung kabut
Yang tak akan pernah larut menjadi butiran embun
Tak terduga
Waktu
Begitu kosong menghirupnya
Mustahil membikin abadi
sesuatu yang kelak retak
Oh, danau biru bening itu
Memang tak pernah kau peruntukkan buatku
Menangkap mu kembali
hanya akan bikin aku
merasa terpanggang bara
Silih rengkuh berganti luput
Istri menjadi cerita penghantar tidur si buyung
Semoga aku tak kehilangan apa-apa
Hanya lepas dari dunia yang selalu meminta dan enggan memberi
Berkesendirian tak akan mengurangi nilai kodrat ku
Apakah manusia bukan manusia kalau bukan sepasang ?
Meninggalkanku terkapar hingga ujung senjakala
Terpanggang cemas
Tercium olehku bau yang mengingatkanku
Akan sesuatu yang sudah bukan milikku lagi
Sia-sia ku jangkau mimpi
Kutatap bingkai potret perkawinan kita
Terselubung kabut
Yang tak akan pernah larut menjadi butiran embun
Tak terduga
Waktu
Begitu kosong menghirupnya
Mustahil membikin abadi
sesuatu yang kelak retak
Oh, danau biru bening itu
Memang tak pernah kau peruntukkan buatku
Menangkap mu kembali
hanya akan bikin aku
merasa terpanggang bara
Silih rengkuh berganti luput
Istri menjadi cerita penghantar tidur si buyung
Semoga aku tak kehilangan apa-apa
Hanya lepas dari dunia yang selalu meminta dan enggan memberi
Berkesendirian tak akan mengurangi nilai kodrat ku
Apakah manusia bukan manusia kalau bukan sepasang ?
No comments:
Post a Comment