Friday, February 27, 2015

D I V A

Seluruh mata tertuju pada mu
Engkau jelita bahkan bunga teratai yang paling cantik pun akan layu
bila disandingkan dengan kecantikan mu

Parasmu cemerlang bintang Timur
Anggun engkau berjalan pasti
Merebak harum bunga mawar dan melati
Menggapai wajah-wajah tolol, terkagum,

Ada senyum ejekan,
tertahan di bibir mungil mu
Engkau telah menundukkan sekian puluh jiwa,
bahkan tanpa melakukan apa-apa

Wajah mu tak tunduk
Mendongak
Menggoreskan congkak
Jiwa-jiwa kopong itu menggelepar
Merasakan tusukan pedih kekecewaan

Kekuatan sorot mata lembut mu
Jernih bagai telaga tempat mandi para bidadari
Melelehkan kekuatan siapa saja yang engkau pandang
Terhisap habis oleh daya pesona mu
Mereka seakan rela memancung kepala sendiri demi mendapatkan madu kasih mu
Mereka sudah kalah sebelum berperang
Dan kau tak suka itu

Bagiku, engkau adalah misteri yang sempurna
Susah payah kutembus kedahsyatan pesona mu
Agar aku dapat melihat ke dalam
Melihat dirimu
Benar-benar melihat

Aku ingin
Ketika kita bertatapan mata
Jantung mu lah yang berdegup keras
hingga engkau tergagap dan mengalihkan pandangan mu

Aku ingin,
ah......
Kecantikan itu...
Memancar langsung dari kalbu mu
Menembus sepasang mata....

Aku tertunduk

No comments:

Post a Comment