Lama aku menganggap telah jatuh cinta berkali-kali
Tak satu hati pun dapat kuperam
Bagai telur yang tak dibuahi
Ternyata itu semacam pengantar
Demi mempersiapkan diriku bertemu dia
Awal pertama kita dipertemukan di pelaminan
Tak ada cinta pada pandangan pertama
Asmara telah kutanggalkan
Cinta hanyalah permainan anak ingusan
Tapi kini
Kurasakan betapa aku mencintainya
Perasaan yang dulu aku anggap semu dan bohong besar
Kini mengguyur seluruh sukma dan bathinku
Tak mungkin lagi kutahan-tahan
Tak mungkin lagi kuabaikan
Aku si duda bantat
Jatuh cinta lagi
Setiap kali aku memikirkan dirinya
Setiap kali itu pula aku jatuh cinta
Lagi dan lagi
Kepadamu
Wahai.....mantan istriku
Tak satu hati pun dapat kuperam
Bagai telur yang tak dibuahi
Ternyata itu semacam pengantar
Demi mempersiapkan diriku bertemu dia
Awal pertama kita dipertemukan di pelaminan
Tak ada cinta pada pandangan pertama
Asmara telah kutanggalkan
Cinta hanyalah permainan anak ingusan
Tapi kini
Kurasakan betapa aku mencintainya
Perasaan yang dulu aku anggap semu dan bohong besar
Kini mengguyur seluruh sukma dan bathinku
Tak mungkin lagi kutahan-tahan
Tak mungkin lagi kuabaikan
Aku si duda bantat
Jatuh cinta lagi
Setiap kali aku memikirkan dirinya
Setiap kali itu pula aku jatuh cinta
Lagi dan lagi
Kepadamu
Wahai.....mantan istriku
No comments:
Post a Comment