Kita terlalu pintar
Namun sepenuhnya menipu diri sendiri
Merenda kisah cinta yang seru (Romeo dan Juliet)
Dari hayal dan bayang-bayang
Yang terwujud kemudian
Adalah sejarah hidup bagai rubah licik yang menyeringai kepada kita
Sungguh,
Kita telah membangun kisah-kisah yang luar biasa
Untuk kemudian tersiksa di situ
Jam itu, saudaraku
Mustahil diputar kembali
Dan kelu dalam jiwa dan tubuh yang kita derita kini
Sungguh tak terlerai
Kita melolong dan merintih berkepanjangan atas satu nestapa
Lantaran melupakan ribuan kesalahan yang dengan sengaja telah kita tumpuk
selama ribuan tahun
Kita adalah nurani yang haus cahaya
Yang gagal mengurai cahaya itu sendiri
Namun sepenuhnya menipu diri sendiri
Merenda kisah cinta yang seru (Romeo dan Juliet)
Dari hayal dan bayang-bayang
Yang terwujud kemudian
Adalah sejarah hidup bagai rubah licik yang menyeringai kepada kita
Sungguh,
Kita telah membangun kisah-kisah yang luar biasa
Untuk kemudian tersiksa di situ
Jam itu, saudaraku
Mustahil diputar kembali
Dan kelu dalam jiwa dan tubuh yang kita derita kini
Sungguh tak terlerai
Kita melolong dan merintih berkepanjangan atas satu nestapa
Lantaran melupakan ribuan kesalahan yang dengan sengaja telah kita tumpuk
selama ribuan tahun
Kita adalah nurani yang haus cahaya
Yang gagal mengurai cahaya itu sendiri
No comments:
Post a Comment