Monday, October 26, 2015

CEMBURUKU

Jangan gelisah, tenangkan dirimu, tarik napas dalam-dalam, aku akan menjawab pertanyaanmu dengan sebenarnya.
Begitu katamu
Tapi tetap saja
Keringat dingin membasahi tubuhku
Gurat-gurat di wajahku nampak semakin jelas dan agak gemetar
Karena jawabanmulah yang akan menentukan apa jadinya diriku setelah ini selesai
Matinya jiwa dan hatiku atau akan tumbuh sayap di punggungku

Seperti permainan maut Russian Roulette
Tidak ada lagi waktu untuk berpikir
Sekarang giliranku
Meletakkan moncong pistol di jidatku dan menarik pelatuknya

Lihatlah, ya, engkau bisa melihat detak jantungku
Menngetarkan baju di dadaku
Aku menggigil ketakutan
Tapi aku tak akan lari

Kemudian
Terdengar kembali suaramu, agak bergetar
Tutuplah kedua matamu, kadang bisa membantu menenangkanmu. Katamu
Tiba-tiba, ketika akan kuturuti saranmu
Aku semakin ketakutan
Jangan-jangan kau akan pergi menghilang ketika kumeramkan kedua mataku

Aku berjalan mendekatimu
Kurengkuh dirimu
Kupeluk sedemikian erat seolah hendak kusatukan dirimu ke dalam diriku
Sudahlah, kataku
Kau tidak perlu mrnjawab pertanyaanku
Aku yakin engkau adalah istri yang setia lahir bathin

No comments:

Post a Comment