sekali lagi
aku menatapmu
tembus pandang
tanpa raga hilang rupa
tanda tanya bergelayutan
wahai
remang nian gelisah ini
ketika aku ingin berjalan
kau mengajakku duduk
sementara aku duduk
kau menyingkir
aku tak beranjak
kau tetap berjalan
aku atau kau yang menjauh itu
kekasih ku
dalam sepi
alangkah dekatmu kepadaku
belum kupastikan benar
jadi apamu aku sebenarnya
ah,
cinta hanyalah ungkapan kasar
dari rasa setetes embun keabadian yang
menyentuh lidah hasrat manusiawi
aku menatapmu
tembus pandang
tanpa raga hilang rupa
tanda tanya bergelayutan
wahai
remang nian gelisah ini
ketika aku ingin berjalan
kau mengajakku duduk
sementara aku duduk
kau menyingkir
aku tak beranjak
kau tetap berjalan
aku atau kau yang menjauh itu
kekasih ku
dalam sepi
alangkah dekatmu kepadaku
belum kupastikan benar
jadi apamu aku sebenarnya
ah,
cinta hanyalah ungkapan kasar
dari rasa setetes embun keabadian yang
menyentuh lidah hasrat manusiawi
No comments:
Post a Comment