Aku harap kamu mengerti
Aku telah mengalami banyak hal
Kini aku tak bisa tergesa-gesa
Aku butuh waktu lebih
Untuk terbiasa dan terbuka kepada orang lain, termasuk kamu
Aku membangun banyak dinding di sekelilingku
Jika kamu semakin mengenalku
Akan kubikinkan jendela di salah satu dinding yang ada namamu
Semakin kamu memahamiku,
Jendela itu akan menjadi pintu
Semakin aku percaya kepadamu
Dinding itu akan runtuh,
sedikit demi sedikit,
bata demi bata
Memang tidak akan runtuh seluruhnya
Tapi karenamu
Reruntuhan itu akan menjadi puing-puing
Untuk saat ini,
Aku hanya memberi satu jendela
Di dinding yang ada namamu itu
Dan aku harap itu sudah cukup.
No comments:
Post a Comment