Seperti baru kemarin
Ketika kamu tertunduk di hadapanku
Air mata yang berusaha kamu tahan sekuat yang kamu bisa
bergulir juga di pipi lembutmu
Seandainya saat itu aku tahu apa yang aku tahu hari ini.
Oh, maafkan aku
Ingin kugenggam erat tanganmu
Kuusap air mata yang membasahi pipimu
Kuhalau pergi semua sedihmu
Ingin kupeluk erat dirimu, dan tak akan pernah kulepas lagi
Tapi kini tidak ada lagi yang bisa aku lakukan bahkan untuk mendengar suaramu sekalipun
Maafkan aku telah menyalahkanmu terhadap segala sesuatu yang tidak bisa aku lakukan
Maafkan aku karena tidak percaya ketika kamu bilang kamu sangat mencintaiku
Setelah petualangan cintaku yang panjang
Yang penuh kecewa dan penyesalan
Kini aku tau, kamulah satu-satunya orang yang benar-benar mencintaiku
Siang-malam aku mencarimu
Namun tampaknya engkau sengaja menghilang untuk tidak dapat aku ketemukan
Lukaku semakin dalam akibat pernah melukaimu...
No comments:
Post a Comment