Kamu menghidup-matikan perasaanku seperti kamu menekan saklar lampu
Waktuku habis untuk mengurusi kecemasan akan kehilanganmu
Letih aku menunggumu kembali
Sebelum seluruh maknamu memuai
Sebelum hatiku lunglai
Akhirnya kamu kembali
Aku telah demikian paham akan makna sepi
Kini aku berharap banyak padamu
.....namun
Dengan muka lurus
Kau berkata
Tak siap bersamaku lebih lama lagi
Kemudian kau pergi lagi tinggalkanku sendiri dengan hatiku
Membawa semua milikmu yang tertinggal
Serta mengambil selain itu,
yaitu harapanku
Kupunguti kepingan cintaku yang berserakan
Kusimpan dekat gambarmu
No comments:
Post a Comment