Thursday, September 14, 2023

Tunggu Aku Di Ujung Jalan Itu

 Sepuluh tahun yang lalu ia menyuruh istrinya untuk menunggunya di ujung jalan itu. 

Sejak itu ia tak pernah kembali lagi

Dan sang istri masih mematuhinya


Hingga...

Tanpa disengaja bertemulah mereka

Pandangan mereka bertumbukan

Dan bintang-bintang di langit

Memberi kodrat lain pada pertemuan pandang seperti itu

Apalah arti sepuluh tahun di bumi bagi

bintang-bintang di ruang angkasa ?


Tanpa disengaja

Tangan mereka bersentuhan

Sentuhan yang dengan paksa membuka pintu besi berkarat ke masa lampau

Tangan mereka erat saling berpegangan

Keduanya tak tahu mau mengungsikan ke mana bahagia mereka malam ini ?


Ke mana ?

Ya, Tuhan !

Sesudah sepuluh tahun

Ia masih juga belum bisa menjawab

pertanyaan semacam itu

Dirinya adalah justru tanya itu sendiri


Ada yang berbeda dari istrinya

Dia hampir yakin tahu apa itu

Tapi berusaha ia tolak

Dengan alasan yang paling tidak masuk akal sekalipun


Istrinya tersenyum

Sejenak ia menatapi suaminya baik-baik

Matanya menyatakan penjungkir-balikan suatu harapan yang hampir berhasil dibangunnya

Sinar gaib memancar dari kedua bola matanya

Sinar dari penderitaan selama (dan

pembalasan untuk) sepuluh tahun 


Senyum di bibirnya sejak itu memiliki kepastian


Berpegangan tangan

Mereka pergi dari pojok jalan itu

Langkah-langkahnya doyong

Diseret oleh langkah-langkah pasti istrinya

Tiba-tiba

Istrinya berhenti

"Tunggu dulu!" katanya

"Ada apa?"

"Tarifku tiga ratus ribu rupiah sampai tengah malam. Sampai pagi, dobel....."


Seperti kena sambar halilintar di siang bolong

Tubuhnya menjadi kejang dan kelu

Mukanya pucat pasi.

Jantungnya tertahan, geraham-gerahamnya merekat oleh ludah kental

Pandangannya pudar, 

Makin pudar

Di depannya yang nampak adalah

segumpal bayang saja

Pelan-pelan bayang itu menjadi

getar-getar kecil, makin lama makin banyak

Napasnya. 

Tubuhnya

Alam bawah sadarnya

Kembali dari titik nadir hampa

Naik ke titik zenith kesadarannya

Akhirnya, ia dapat memulihkan kembali

Garis-garis profil wajah istrinya

Wajah yang tersenyum menantang

Tersenyum menang.

No comments:

Post a Comment